Malang, Tugujatim.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) melalui Pusat Sumberdaya Wilayah menggelar workshop Penulisan Berita, Fotografi dan Penyusunan Proposal.
Workshop dengan tema ‘Mencipta, Mengabdi, dan Mempublikasikan’ berlangsung di Aula Perpustakaan UM pada Kamis (5/2/2026).
Peserta yang hadir dalam kegiatan ini meliputi mahasiswa, dosen, hingga tenaga pendidik dari UM dan dari luar UM.
Kegiatan dibagi menjadi 3 sesi materi dan diselingi dengan sesi tanya jawab dan praktek untuk mendalami materi yang disampaikan.
Tiga pemateri yang siapkan oleh LPPM untuk membimbing para peserta yaitu Fajrus Sidiq, Direktur Bisnis Tugujatim.id, Fully Syafi, Jurnalis Pewarta Foto Indonesia (PFI), Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd., M.Pd., Tim pengembang PSDW LPPM UM.
Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan LPPM UM, Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T., selaku Sekretaris LPPM UM.
Dalam sambutannya Hary menyampaikan bahwa workshop kali ini selaras dengan tujuan UM di mana universitas membimbing dan mengarahkan dalam penyusunan karya ilmiah dari tahapan awal hingga tahap publikasi.
“Jadi, sebenarnya ini adalah tujuan universitas yang mana membimbing dan mengarahkan, mulai dari mendesain, mencipta, dan mempublikasikan apakah itu adalah sebagai karya penelitian apakah itu adalah sebagai karya pengabdian,” kata Hary dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti alasan digelar pelatihan tersebut yakni adanya beberapa publikasi yang masih kurang tepat. Hal ini dapat menyebabkan ditolaknya proposal penelitian sehingga menyulitkan bagi peneliti untuk lanjut hingga ke tahap publikasi.
“Maka perlu ada pelatihan untuk mengetahui apakah yang saya buat, yang saya aplikasikan, yang saya publikasikan sudah benar,” jelasnya.
Peserta pelatihan juga bisa mendapatkan kesempatan untuk mempublikasikan karya ilmiahnya di Tugujatim.id, sebagai partner dari LPPM UM atau di jurnal LPPM UM yang berbayar, seperti Jurnal Karinov dan Jurnal Graha Pengabdian.
Kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan agar penelitian lebih dikenal dan banyak dibaca oleh masyarakat luas.
Seluruh sivitas UM dengan workshop ini, dapat mulai menyusun dan menulis proposal penelitian.Ia juga mengajak para dosen untuk berkolaborasi dengan mahasiswa maupun dengan dosen lainnya untuk memaksimalkan masukan-masukan untuk dapat diterapkan di proposal penelitian agar menjadi lebih baik lagi.
“Silahkan dosen berkolaborasi dengan dosen, dosen dengan mahasiswa untuk menyusun proposal. Menyusun proposal itu jangan sendirian harus bersama-sama berkolaborasi biar masukan dan sebagainya bisa lebih baik,” imbuhnya.
Sambutan Sekretaris LPPM UM ini sekaligus membuka kegiatan pelatihan secara resmi.

Kegiatan pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas proposal hibah dan publikasi luaran pengabdian di lingkungan UM.
Fuad Indra Kusuma, S.Pd, M.Pd., Ketua pelaksana, mengatakan workshop tersebut diselenggarakan untuk mempersiapkan dosen dan mahasiswa dalam mengikuti kompetisi hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Jadi kegiatan ini itu sebenarnya kita ingin mengawali untuk para dosen maupun mahasiswa yang akan mengikuti hibah atau kompetisi penulisan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya saat diwawancarai oleh Tugujatim pada Kamis (5/2/2026).
Fuad juga menjelaskan kegiatan pelatihan ini diadakan karena memang ada kontrak kerja tahunan dari pimpinan ke kepala Pusat Sumberdaya Wilayah (PSDW). Ditambah lagi, LPPM mendapatkan hasil evaluasi bahwa luaran pengabdian mahasiswa maupun dosen masih belum terpublikasikan dengan baik dan tepat sasaran.
Maka dari itu, LPPM mengadakan workshop kepenulisan berita, fotografi, dan penyusunan proposal penelitian ini memiliki tujuan utama untuk memperbaiki proposal penelitian dosen maupun mahasiswa, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk memenangkan hibah.
“Kita mempersiapkan mereka untuk menulis proposal yang baik supaya bisa memenangkan kompetisi hibah proposal pengabdian pada masyarakat,” ucapnya.
Antusiasme peserta workshop juga patut diacungi jempol lantaran peserta yang mendaftar melebihi target yang LPPM tentukan, yaitu hingga 127 peserta. Peserta sebanyak ini didominasi oleh mahasiswa. Selebihnya dosen dan tenaga pendidik lainnya juga turut mendaftar.
“Mahasiswa-mahasiswa yang sedang internship seperti di Humas, lalu di beberapa unit lembaga di UM itu juga mendaftar, karena ada kaitannya dengan publikasi dan fotografi itu tadi,” paparnya.
Walaupun LPPM memfokuskan pada mahasiswa atau dosen yang akan mengikuti kompetisi proposal penelitian, namun ia menilai bahwa materi di pelatihan ini akan sangat berguna juga di luar UM, contohnya materi pemanfaatan teknologi AI. Ia menyampaikan bahwa materi ini bisa sangat berguna untuk diimplementasikan pada program Corporate Social Responsibility (CSR) di perusahaan maupun sebagai tugas akhir mahasiswa.
“Termasuk tadi ada pemanfaatan teknologi berbasis AI yang ternyata bermanfaat untuk mahasiswa-mahasiswa dalam menulis proposal tugas akhirnya,” terangnya.

Di sesi materi pertama, Fajrus Sidiq hadir sebagai pemateri yang membawakan materi tentang kepenulisan berita. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknik-teknik dasar penulisan berita untuk mempublikasikan kegiatan penelitian maupun pengabdian.
Fajrus juga membekali para peserta dengan tips-tips menulis berita sesuai dengan struktur kepenulisan, mulai dari penulisan judul, lead berita, hingga gaya tutur bahasa di keseluruhan isi berita.
Sesi kedua dilanjutkan dengan materi fotografi yang disampaikan oleh Fully Syafi, Jurnalis Pewarta Foto Indonesia (PFI).
Pada sesi ini agak sedikit berbeda karena di setengah sesi pertama pemateri menggunakan untuk menyampaikan materi dan setengah sisanya digunakan untuk mereview langsung foto diambil peserta.
Sebagai seorang Jurnalis foto, Fully menyampaikan materi dasar pengambilan foto agar pesan yang ingin disampaikan juga bisa sampai ke audiens. Beberapa materi yang disampaikan antara lain adalah komposisi foto, faktor kunci untuk mengambil foto yang baik, pencahayaan, dan lain-lain.
Setelah sesi materi selesai, Fully meminta 5 perwakilan peserta untuk eksplor di luar gedung untuk mengambil foto. Setelah 30 menit menunggu, peserta kembali dan foto-foto yang diambil mendapatkan review.

Sementara itu, di sesi materi yang terakhir, Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi mengenai penulisan dan penyusunan proposal ilmiah pengabdian kepada masyarakat. Materi ini menjadi sangat penting sebagai penentu proposal penelitian peserta akan lolos atau tidak.
Dalam sesi ini, peserta lebih mendalami bagaimana struktur proposal yang baik dan tepat.Abdul Rahman juga banyak menjelaskan alasan umum banyak proposal ditolak dan agar kesalahan tidak terulang lagi sehingga banyak proposal peserta yang lolos.
Selain telah menjalin kerja sama dengan LPPM UM, Tugujatim.id menjadi salah satu media untuk membantu publikasi kegiatan pengabdian UM.
Menurut Fuad, dari beberapa media online, Tugujatim.id memiliki aksesibilitas dan visibilitas yang baik daripada media online lain.
“Berdasarkan dari hasil review eksternal kemarin di pameran LPPM, hasil dari penelitian dan pengabdian, itu memang disarankan dari beberapa media online itu kalau bisa lebih baik di Tugujatim.id,” ujarnya.

Di akhir sesi, panitia meminta peserta untuk memberikan feedback tentang workshop tersebut.
LPPM berencana untuk menyempurnakan lagi kegiatan workshop mendatang maupun menciptakan program-program baru yang lebih inovatif untuk menjawab masukan-masukan tadi.
“Jadi memang setiap kita menjalankan program itu ada evaluasi, nah dari hasil evaluasi tersebut kita mendapatkan masukan-masukan dari peserta, program workshop apa yang diminati oleh mereka, nah kita coba memfasilitasi berdasarkan kebutuhan dari peserta itu tadi untuk menyelenggarakan program-program apa di periode berikutnya,” tambahnya.
LPPM memiliki target, dosen maupun mahasiswa dapat menulis proposal penelitian dengan baik melalui program pelatihan tersebut. Mereka mampu menghasilkan proposal yang kesempatan untuk memenangkan hibah.
Kualitas proposal penelitian juga akan memberikan dampak yang lebih tepat sasaran kepada masyarakat. Secara tidak langsung juga akan mengangkat nama UM untuk semakin dikenal baik di masyarakat luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Azmi Azaria Fidaroini
Editor: Darmadi Sasongko








