• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
WhatsApp Image 2020 02 26 at 14.16.31

Yusri Fajar Ceritakan Proses Kreatif Novel Tamu Kota Seoul

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Sastra & Budaya, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG – Novel karya Yusri Fajar Tamu Kota Seoul baru terbit Desember 2019 lalu. Ini merupakan novel pertama yang ditulisnya. Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (UB) ini pun menceritakan proses kreatifnya, Rabu (26/2). Acara tersebut dikemas dalam bincang buku Tamu Kota Seoul bersama dosen Sastra Inggris UB Dyah Eko dan Fathul H. Panatapraja.

Yusri menceritakan Jagat, tokoh dalam novelnya, yang diundang mengajar Sastra Indonesia di Seoul. Rintangan muncul sebelum keberangkatan. Beberapa orang yang memiliki latar belakang organisasi berbeda dengan Jagat menentang dan menghalangi kepergian Jagat. Mereka berusaha menghentikan langkah Jagat dan menggagalkan surat ijinnya.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Di Seoul Jagat berjumpa dan bertetangga dengan perempuan bernama Myung Hee, seorang dosen Sastra Korea, yang piawai menulis karya sastra namun didera masalah rumah tangga hingga hatinya penuh luka. Kehadiran Jagat membuat Myung Hee merasakan hidupnya mulai dihiasi harapan dan kebahagiaan lagi. Sementara, adaptasi Jagat pada kehidupan dan dunia kampus di Seoul tak bisa dilepaskan dari peran dan kebaikan Myung Hee.

Mereka menjadi dekat dan sempat berkolaborasi dalam mata kuliah sastra bandingan Indonesia-Korea yang bertema politik. Sebagai dosen tamu, Jagat merasakan pahit getir kehidupan dan sistem akademik yang tak seindah puisi romantis dan tak seidealis novel-novel politik yang diajarkannya. Beberapa mahasiswanya melampiaskan ketidakpuasaan karena nilai kuliah, yang Jagat berikan, mengecewakan.

Bahkan, Jagat sempat terancam deportasi di awal-awal kedatangannya, karena ia dianggap melanggar aturan pemerintah Korea Selatan. Jagat dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai sang liyan oleh beberapa orang Korea yang marah dan benci padanya, seperti oleh seorang gadis Korea yang menuduh Jagat telah menjadikannya sebagai objek.

Badai makin kencang ketika Kanti, istrinya, memaksa pulang ke Indonesia, dan Puitikawati, anaknya, bertahan di Seoul, tetapi tergulung gelombang K-Pop dan rindu pada Dong Hun, mahasiswa Korea, yang mulai menempati relung hatinya, namun meninggalkannya demi mengikuti wajib militer. Puitikawati juga memprotes kedekatan Jagat dengan Myung Hee.

Jalan Jagat sebagai dosen tamu di Seoul ternyata penuh liku. Ia berada di antara ketidaknyamanan sebagai pendatang dan tanggung jawab serta tugas sebagai dosen tamu. Jagat menyimpan tanya apakah ia akan bisa melanjutkan hidup dan terus mengajar sastra di Seoul atau harus pulang ke Indonesia.

 

Reporter: Rezza Doa

Editor: Lizya Kristanti

Tags: novelSeouluniversitasbrawijayaYusri Fajar
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
3 Tips Aman Memakai Jas Hujan

3 Tips Aman Memakai Jas Hujan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID