10 Hari Pencarian, Kakek Hilang di Hutan Cungkup Malang Belum Juga Ditemukan - Tugujatim.id

10 Hari Pencarian, Kakek Hilang di Hutan Cungkup Malang Belum Juga Ditemukan

  • Bagikan
Sosok Samin (70) yang diduga tersesat dan hilang di Hutan Cungkup Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Hingga hari ini belum dapat ditemukan. (Foto: Dokumen) tugu jatim
Sosok Samin (70) yang diduga tersesat dan hilang di Hutan Cungkup Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Hingga hari ini belum dapat ditemukan. (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Upaya pencarian seorang petani, Samin, 70, yang diduga tersesat dan hilang di Hutan Cungkup, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang hingga Jumat (24/9/2021) belum juga membuahkan hasil. Sejak dilaporkan hilang Rabu (15/9/2021) lalu hingga 10 hari pencarian, keberadaan kakek ini masih jadi misteri.

”Hingga saat ini, hari kesepuluh pencarian hasilnya masih nihil,” ungkap Kasi Binmas Polsek Ngantang, Aipda AKH Syaifur Rizal dikonfirmasi Jumat (24/9/2021).

Meski sudah memasuki hari kesepuluh pencarian, kata Rizal, proses pencarian masih terus berlanjut. Hanya saja pihaknya tidak bisa maksimal mengingat faktor cuaca hujan yang datang setiap menjelang sore.

”Setiap sore hujan membuat penyisiran yang kami lakukan tidak bisa maksimal. Proses pencarian masih kami lanjutkan sampai dirasa cukup. Nanti dari tim SAR yang akan menentukan,” tambahnya.

Tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran hutan untuk menemukan Samin (70), warga Ngantang yang hilang sejak Selasa (14/9/2021) di Hutan Cungkup. (Foto: Istimewa) tugu jatim malang orang hilang
Tim SAR gabungan sebelum melakukan penyisiran hutan untuk menemukan kakek Samin (70), warga Ngantang yang hilang di Hutan Cungkup sejak Selasa (14/9/2021) dan dilaporkan Rabu (15/9/2021). (Foto: Istimewa)

Kontur dan Vegetasi di Hutan Cungkup Masih Alami

Hingga sejauh ini, dugaan sementara survivor yang masuk ke hutan untuk mencari biji kopi dan kayu bakar ini diduga tersesat. Terlebih, jika melihat kontur dan vegetasi hutan yang masih alami sehingga kemungkinan membuat navigasi jalan survivor kabur.

Apalagi, menurut keterangan dari keluarga, survivor juga mengalami gejala pikun. Kejadian serupa kata dia juga pernah terjadi pada 2020 silam. Seorang anak juga hilang saat masuk ke hutan ini untuk mencari madu lebah liar.

”Mereka tersesat dan tidak dapat ditemukan selama beberapa hari. Akhirnya saat ditemukan sudah kondisi meninggal karena kelaparan dan kedinginan. Memang hutan ini dikenal masih angker ya karena masih alami,” bebernya.

Seperti diketahui, survivor sudah berada di Hutan Cungkup sejak Selasa (14/9/2021). Survivor pamit kepada Imron, keponakannya yang mengantar, untuk mencari biji kopi. Namun hingga sore hari, survivor tak kunjung kelihatan pulang.

Saat hilang, survirvor memakai kaos putih bergaris merah, celana training warna biru, membawa topi dan juga tas.

  • Bagikan