MALANG, Tugujatim.id – Ratusan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jatim, mengikuti pelatihan deteksi dini dan penanganan awal kebakaran pada Selasa (02/12/2025). Sebanyak 100 satlinmas di Malang ini dibekali skill mencegah kebakaran.
Tidak terbatas pada menjaga keamanan lingkungan, para anggota satlinmas di Malang ini juga didorong bisa mencegah kebakaran dengan mendeteksi dini dan penanganan awal.
Meski satlinmas identik dengan ronda keliling dan menjaga ketertiban, peran satlinmas juga dibutuhkan saat ada kerawanan, seperti kebakaran.
Baca Juga: Dugaan Korslet, Kebakaran Hanguskan Ruang Guru di SDN 1 Merjosari Malang
Satlinmas di Malang ini dibekali keterampilan mengingat jarak antara Kecamatan Donomulyo dan Mako Damkar terdekat masih berjarak lebih dari 30 kilometer.
Sekretaris Satpol PP Provinsi Jawa Timur Lilik Herawati mengatakan, harapannya anggota satlinmas yang patroli bisa mendeteksi kerawanan dan segera melapor ke pihak berwenang. Melalui deteksi dini ini, dia mengatakan, kerawanan bisa dicegah sehingga tidak semakin membesar.
“Peran satlinmas dulu hanya soal keamanan saja. Tapi sekarang berkembang agar satlinmas bisa berpotensi mendeteksi kerawanan di tingkat desa,” ujar Lilik.
Pelatihan Ajarkan Dua Metode Pemadaman
Sementara itu, Komandan Pleton Penanggulangan Damkar Kabupaten Malang Syaiful Anwar menjelaskan, mako terdekat dari Donomulyo di Kepanjen. Karena itu, dia mengatakan, butuh waktu lebih dari 30 menit untuk mencapai lokasi kejadian.
Dia berharap bekal bagi anggota satlinmas ini bisa diteruskan ke masyarakat sehingga mereka bisa mendeteksi dini dan penanganan awal kebakaran. Jadi, dia mengatakan, api sudah bisa dipadamkan sebelum membesar.
“Dengan adanya edukasi soal cara memadamkan ketika api masih kecil, maka keberhasilan pemadaman akan semakin besar,” ujar Syaiful.

Dia mengajarkan dua metode memadamkan api dalam pelatihan ini, yakni tradisional dan modern. Untuk metode tradisional, dia menjelaskan, menggunakan handuk atau kain lebar lainnya yang dibasahi air. Sementara metode modern, dia memaparkan, memakai alat pemadam api ringan (apar).
“Kami lebih banyak menekankan di metode tradisional karena di setiap rumah pasti ada kain atau handuk,” kata Syaiful.
Satlinmas mendapat pelatihan pemadam api agar bisa menjadi garda terdepan dalam deteksi dini dan penanganan awal kebakaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati








