1.270 Anak di Kota Surabaya Terpapar Virus Corona

  • Bagikan

SURABAYA, Tugujatim.id – Persebaran virus corona atau COVID-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Di Kota Surabaya saja, selama awal pandemi hingga sekarang, total sudah sebanyak 1.270 anak yang telah terpapar virus ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Surabaya Rince Pangalila.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

“Dari data yang kami punya, total sudah 1.270 anak yang terpapar COVID-19,” ungkap Rince Pangalila, seperti dilansir oleh Basra, partner Tugu Jatim, Senin (7/1/2021).

Ia menjelaskan bahwa dari total 1.270 anak tersebut, pihaknya merinci bahwa anak berusia 0 sampai 5 tahun sebanyak 270 kasus. Sedangkan anak usia 6 hingga 18 tahun mencapai angka 1.000 kasus.

Baca Juga: 5 Skill Penting untuk Sambut Tahun 2021

Usia Produktif Semakin Banyak Terkena Corona

Selain itu, Rince juga menuturkan bahwa tren penularan virus corona saat ini telah bergeser. Ia bercerita bahwa jika pada saat awal-awal pandemi COVID-19, virus tersebut lebih banyak menulari kalangan lansia berusia di atas 60 tahun. Namun kini kalangan usia produktif lebih banyak terpapar.

“Kalau dulu lebih ke kalangan lansia di atas 60 tahun dan banyak yang meninggal. Tapi sekarang lebih banyak ke usia-usia produktif 31 sampai 45 tahun,” jelas Rince.

Di Surabaya, kata Rince, sebanyak 5 ribu orang usia 31 sampai 45 tahun yang telah terpapar COVID-19. Untuk usia 46 hingga 49 tahun sebanyak 4.985 orang. Sedangkan lansia berusia di atas 60 tahun ada 2.700 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Rince juga menyoroti kegiatan belajar di balai RT/RW. Dari pengamatannya, kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kerumunan.

Baca Juga: Kala Burung Kakaktua Jambul Kuning Hanya Tersisa 25 Ekor di Habitat Asli Mereka

“Menurut kami, kegiatan belajar di balai RT/RW itu sama saja dengan sekolah tatap muka, cukup berisiko. Ada banyak anak berkumpul disana dan ini harus benar-benar diperhatikan,” tukas Rince.

Pihaknya, kata Rince, tak menampik jika kegiatan belajar di balai RT/RW merupakan salah satu upaya menyiasati anak yang tidak mempunyai kuota internet maupun perangkat elektronik untuk sekolah daring. Namum ada baiknya jika peserta kegiatan belajar dibatasi tak lebih dari 5 orang. (rur/Basra/gg)

 

Sumber Artikel: Berita Anak Surabaya

  • Bagikan