Kala Burung Kakaktua Jambul Kuning Hanya Tersisa 25 Ekor di Habitat Asli Mereka

  • Bagikan
burung kakaktua jambul kuning
Burung kakaktua jambul kuning yang endemik di daerah Masalembu, Sumbawa, Sumba, dan Sulawesi. (Foto: Wikimedia Commons)

Sumenep – Populasi burung kakaktua jambul kuning di salah satu habitat asli mereka, Pulau Masakambing, Masalembu, Kabupaten Sumenep begitu memprihatinkan. Saat ini, burung dengan nama latin Cacatua sulphurea abboti ini hanya tercatat berjumlah 25 ekor saja di pulau yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esiensial (KEE) tersebut.

Terancam punahnya burung endemik asli Indonesia ini tentu menjadi perhatian yang serius. Sedikitnya jumlah kakaktua jambul kuning di kawasan tersebut dibeberkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah IV Madura, Sumpena saat konsultasi publik rencana aksi KEE Pulau Masakambing, di Kabupaten Sumenep.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Bersimbah Darah di Malang, Diduga Korban Pembacokan

“Jumlahnya di Masakambing sangat sedikit hanya tinggal 25 ekor. Jadi ini penting menjadi perhatian agar tidak punah,” kata Sumpena, seperti dilansir Portal Publik, partner Tugu Jatim, Rabu (18/11/2020).

Ia menjelaskan, semua pihak harus terlibat aktif untuk meningkatkan populasi kakatua kecil jambul kuning. Pihaknya tidak ingin burung yang di dunia hanya ada di Masakambing tersebut tinggal nama.

“Kita tidak anak cucu kita tetap bisa mengetahui bahwa ini kakatua kecil jambul kuning. Di dunia burung ini hanya ada di Masakambing,” jelasnya.

Upaya pelestarian dan menjaga keberlangsungan burung tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep juga ikut adil. Salah satu upaya ialah memprogramkan sejumlah OPD terkait untuk pengembangan dan mempertahankan habitat aslinya.

“Sejak 2017 hingga sekarang sudah banyak program yang berjalan. Dengan konsultasi publik kita merencanakan kebutuhan anggaran dalam program kedepannya,” ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi.

Menurut Edy Rasiyadi, Pemerintah, instansi, lembaga dan organisasi masyarakat harus saling berkoordinasi agar kakatua kecil jambul kuning tidak punah.

Baca Juga: Pelaku Pembacokan di Malang: Teman Dekat Sekaligus Tetangga

Ke depan yang akan ditingkatkan ialah sarana prasarana peningkatan populasi, mengingat burung langka ini di habitat aslinya hidup berdampingan dengan masyarakat. Salah satu upaya yang akan dilakukan mempertahankan pohon-pohon tempat berkembang biak.

“Langkah pasti dan sistematis harus kita lakukan agar burung kakatua ini bagaimana populasinya dapat meningkat. Intinya jangan sampai burung ini punah,” pungkasnya, (Yd/Hem/Fa/Portal Publik/gg).

 

Sumber Artikel: Portal Publik

  • Bagikan