Tugujatim.id – Kabar gembira untuk para pencinta musik klasik. Jogjakarta dan Surabaya turut menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+). Kompetisi musik klasik terbesar di Indonesia ini akan kembali diselenggarakan tahun ini usai vakum selama pandemi.
Pendiri dan pencetus KPN+, Ananda Sukarlan menyampaikan bahwa bergabungnya Jogjakarta dan Surabaya seiring dengan banyaknya peminat kompetisi musik klasik ini.
“Tahun lalu kami bermitra di delapan kota. Tahun ini bertambah kota yang berminat ikut, termasuk kota-kota yang belum tersentuh musik klasik seperti Padang, Pontianak, dan Bandar Lampung,” ujarnya.
Menariknya, Ananda menambahkan, Palembang berhasil memecahkan rekor sebagai kota dengan peserta terbanyak pada 2024 dengan jumlah 119 musikus. Hal ini menjadi magnet yang kuat terhadap membeludaknya peserta dan ketertarikan mitra-mitra berbagai kota di Indonesia untuk ikut bergabung sebagai penyelenggara.
Untuk itu, KPN+ terus membuka peluang bagi calon mitra di berbagai kota untuk bergabung, mencerminkan meningkatnya minat terhadap musik klasik di Indonesia sejak pandemi.
Baca Juga: Lawson Malang Tlogomas, Tempat Nongkrong Hits Anak Muda
“Ini merupakan satu gebrakan baru yang sangat penting untuk ‘wabah’ musik klasik di Indonesia,” lanjut sang pianis dan komponis itu.
Di Surabaya, KPN+ akan digelar pada 23 November 2025 di Universitas Petra. Kemudian 29 November 2025 berlangsung di Jogjakarta. Para pemenang KPN+ dari setiap kota berhak masuk grand final di Jakarta yang akan diadakan pada 13–14 Desember 2025.
Kompetisi musik klasik terbesar di Indonesia ini terbuka bagi para pendaftar dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). Nantinya, para peserta dari Jatim dan Jateng bisa memilih tempat mereka mendaftar sesuai dengan kebutuhan. Misal, peserta dari Malang atau Kediri diperbolehkan untuk mendaftar KPN+ di Jogja, begitu pula peserta dari Solo diperbolehkan ikut KPN+ di Surabaya.
Sosok di Balik KPN+
KPN+ diinisiasi oleh pianis & komponis Ananda Sukarlan. Tidak hanya menjadi pendiri dan pencetus KPN+, dia juga berkontribusi langsung sebagai ketua juri dalam menjaring talenta muda.
Ananda Sukarlan adalah salah satu anak bangsa yang dianugerahi penghargaan sipil tertinggi dari dua negara. Pada 2023, dia mendapat pengajuan dari Kerajaan Spanyol, Ordo Kerajaan Isabella Katolik (Real Orden de Isabel la Católica).
Sebelumnya pada 2020, dia meraih anugerah gelar kebangsawanan untuk penduduk sipil tertinggi “Cavaliere Ordine della Stella d’Italia” oleh Presiden Italia, Sergio Mattarella.
Sosok berpengaruh ini merupakan lulusan Canisius College High School Jakarta tahun 1986 dan Koninklijk Conservatorium (Royal Conservatory of Music) di Den Haag, Belanda dengan gelar Summa Cum Laude.
Selain itu, Ananda Sukarlan menjadi Honorary Member dari Rotary Club International yang lencananya disematkan langsung oleh cabang Rotary Club Menteng, Jakarta tahun 2023.

Berjalan sejak 2016 di beberapa kota, Kompetisi Piano Nusantara ini diluncurkan lagi dengan tambahan kata “Plus” di tahun 2024. Artinya, ajang bergengsi ini tidak lagi hanya dibuka untuk piano saja. Namun semua instrumen, termasuk vokal klasik.
Hal itu membuat peminat kompetisi KPN+ membeludak. Ajang ini menjadi kompetisi musik klasik terbesar di Indonesia dengan 477 peserta yang notabene adalah pemusik muda.
Dengan begitu, KPN+ diharapkan dapat menjadi ajang persiapan musisi klasik untuk ajang ‘Ananda Sukarlan Award (ASA)’ kompetisi yang jauh lebih “tangguh” dan sulit nanti.
Juri KPN+
Nantinya, Ananda akan didampingi oleh dua juri yang tidak kalah berbakat. Mereka merupakan anak lokal yang mendunia, yakni Samuel K. Tedjawidjaja asal Malang yang kemudian mendapatkan beasiswa Fulbright untuk kuliah di Amerika.
Selama di Amerika, Samuel Tedjawidjaja menimba ilmu di University of Maryland, College Park dengan Bradford Gowen, Artur Aksenov, dan juga musik kamar dengan Rita Sloan.
Dia sempat belajar organ pipa juga di bawah bimbingan Theodore Guerrant. Ini setelah dia lulus kuliah musik di Fakultas Seni Pertunjukan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), konsentrasi piano performance pada 2007.
Selama kuliah, dia belajar piano di bawah bimbingan Nirai Kristiana, Michelle Sensenig, dan Midya Wirawan dan juga mengikuti masterclass piano oleh Conny Mulawarma, Henk Mak van Dijk, Toru Oyama, Nariaki Sugiura, dan alm Dr Johannes S. Nugroho dalam persiapan studi lanjut.
Ada pula Dr Kevin Rahardjo asal Surabaya yang meraih gelar Doctor of Music dari University of Miami dan gelar Master di Portland State University.
Di Amerika Serikat, Kevin belajar dengan Dr Susan Chan, Dr Thomas Otten, dan Dr Naoko Takao di studi pianonya, serta Hamilton Cheifetz dan Dr Chuck Dillard untuk musik kamar. Seperti Samuel, di Indonesia dia juga adalah murid dari alm Dr. Johannes S. Nugroho sebelum berangkat ke Amerika.
Dengan hadirnya dua dewan juri ini, diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus inspirasi bagi para peserta yang akan menampilkan talenta terbaik mereka.
“Saya harapkan mereka akan memotivasi para peserta lokal dan bisa menjadi teladan bahwa kesuksesan bisa diraih oleh siapa saja yang memang fokus dan bekerja keras,” jelas Ananda.
Talenta Muda Berbakat Lahir dari KPN+
Pada 2024 lalu, pemenang kategori Tembang Puitik KPN+ antara lain soprano Fae Bernice Robin, yang juga merupakan Puteri Anak Indonesia Pendidikan 2023 dari Palembang. Serta Ratnaganadi Paramita, seorang neuroscientist lulusan Amerika.
Seorang pemain biola berusia 13 tahun dari Medan bernama Veeshan Nathaniel Tandino berhasil menjadi juara kategori instrumen gesek sekaligus mencatatkan dirinya sebagai pemenang termuda.
Ananda Sukarlan mengimbau peserta memasukkan unsur kearifan lokal dalam repertoar mereka, seperti tembang puitik yang terinspirasi dari puisi penyair daerah, termasuk Joko Pinurbo, Nanang Suryadi, Muhammad Daffa, Khanafi, Kurnia Effendi, Sapardi Djoko Damono, dan lainnya.
Baca Juga: Makanan Instan Lawson Malang, Mana yang Paling Enak?
“Para pianis juga bisa memainkan karya berdasarkan lagu-lagu daerah Jateng dan Jatim. Ini penting. Menurut saya, seniman harus berperan sebagai duta budaya daerahnya, yang kemudian menjadi duta negara saat tampil di mancanegara,” tutur pianis yang dikenal melalui karya-karya virtuosiknya dalam Rapsodia Nusantara.
Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) regional Surabaya diselenggarakan oleh Amadeus Enterprise yang dipimpin oleh Patrisna May Widuri. Dia juga merupakan pendiri Kompetisi Tembang Puitik Ananda Sukarlan pada 2011 yang kini telah diambil alih oleh Ananda Sukarlan Award. Sementara itu, KPN+ Yogyakarta diselenggarakan oleh Nirai Music School.
Jadwal Babak Semifinal Kompetisi Piano Nusantara Plus:
- Padang: 2–3 Agustus
- Medan: 30–31 Agustus
- Bandung: 7 September
- Bekasi: 27–28 September
- Tangerang: 5 Oktober
- Bandar Lampung: 19 Oktober
- Pontianak: 26 Oktober
- Palembang: 2 November
- Surabaya: 23 November
- Yogyakarta: 29 November
- Jakarta: 7 Desember (terakhir)
Ananda Sukarlan Award

Sebagai kompetisi musik paling bergengsi di Indonesia, Ananda Sukarlan Award (ASA) kembali digelar tahun ini dengan babak final yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 12–13 Juli. Berbeda dengan KPN+, semifinal ASA tidak diselenggarakan secara langsung. Para peserta diwajibkan merekam video penampilan mereka dan mengunggahnya ke kanal YouTube.
Peserta dapat merekam video dari rumah sehingga memungkinkan partisipasi dari berbagai penjuru Nusantara. Sebanyak 15 pemenang KPN+ tahun 2024 telah mendapatkan Golden Ticket, yang memberi mereka akses langsung ke babak final ASA tanpa perlu mengikuti babak semifinal.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi www.anandasukarlancenter.com.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati







