2 Tahun Berdiri, Blojek Mampu Serap 200 Tenaga Kerja - Tugujatim.id

2 Tahun Berdiri, Blojek Mampu Serap 200 Tenaga Kerja

  • Bagikan
Perayaan hari ulang tahun Blojek Trenggalek yang ke-2 yang digelar di Balai Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Minggu (10/10/2021). (Foto: M Zamzuri/Tugu Jatim)
Perayaan hari ulang tahun Blojek Trenggalek yang ke-2 yang digelar di Balai Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Minggu (10/10/2021). (Foto: M Zamzuri/Tugu Jatim)

TRENGGALEK, Tugujatim.id – Perkembangan dunia start-up digital untuk mengangkat perekonomian di Kabupaten Trenggalek terbilang membanggakan. Memasuki tahun kedua, salah satu perusahaan rintisan berbasis aplikasi asal Bumi Menak Sopal, Blojek setidaknya telah mampu menyerap total 200 tenaga kerja.

Blojek sendiri merupakan aplikasi ojek online asal Trenggalek yang berdiri pada 6 Juli 2019 lalu. Hingga Selasa (12/10/2021) ini, sudah mengangkat kurang lebih 200 tenaga kerja. Di mana aplikasi ini sudah bisa digunakan mulai Trenggalek, Surabaya, Malang, bahkan Bali.

Direktur Blojek, Ryan Rizky Ardian Novika Putra merupakan pria yang baru lulus SMA yang kemudian menguras tabungannya demi mewujudkan cita-citanya dengan membuat aplikasi ojek online ini telah merambah beberapa wilayah di Jawa Timur.

Pada perayaan hari ulang tahun Blojek yang ke-2, Ryan mengatakan jatuh bangunnya menggeluti platform digital tersebut. Dengan modal seadanya dan pengalaman yang minim, namun rasa optimistis terus tertanam di jiwa pria kelahiran, Kediri, 23 November 2000 ini.

Direktur Blojek, Ryan Rizky Ardian Novika Putra. (Foto: Dokumen) tugu jatim
Ryan Rizky Ardian Novika Putra. (Foto: Dokumen)

“Saya belajar otodidak, kemudian lambat laun saya ketemu teman-teman dan akhirnya bisa mewujudkan cita-cita saya membuat aplikasi ojek online,” terangnya saat perayaan hari ulang tahun kedua Blojek yang digelar di Balai Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Minggu (10/10/2021) .

Kendati demikian, Ryan berbekal modal awal 5 juta dan sekarang pengeluaran untuk pengembangan aplikasi sudah mencapai 100 juta, dia mengaku saat ini belum balik modal.

“Kalau dihitung untung, saat ini kami belum untung, yang terpenting bisa bermanfaat antar sesama dan bisa membuka peluang kerja,” tegas Ryan.

Sementara pada awal berdiri aplikasi ini, Ryan sempat tidak percaya diri karena sainganya sangat besar. Namun, ia lebih memandang saingan tersebut sebagai kolaborasi bersama.

“Untuk driver dulu itu hanya 20 orang dan sangat sulit mencari driver, namun 2 tahun ini driver sudah ada 200 orang,” ungkapnya.

Selain melayani orderan dari masyarakat terkait makanan dan moda transportasi, aplikasi Blojek juga bekerja sama dengan Dinas Plat Merah untuk mengantarkan berkas ke pelosok desa.

“Untuk pelebaran aplikasi Blojek, saat ini sudah ada di Surabaya, Malang, Bali dan Trenggalek, hal ini sangat saya syukuri,” tambah pria ramah itu.

Sementara itu, Ryan sangat berharap usaha yang dirintis bisa semakin berkembang dan mengentaskan pengangguran, pasalnya pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap masyarakat.

“Untuk pendapatan driver setiap hari, 50-200 ribu, tergantung orderan yang diselesaikan, semoga hari ulang tahun yang ke-2 ini Blojek mampu mengevaluasi yang sudah berjalan dan menyusun embrio baru untuk semakin baik,” tandasnya.

Sementara itu, ibu Ryan, Ika Prihatin Ningsih sendiri sangat bangga melihat anaknya yang masih muda mampu berpikir mandiri dan tidak acuh antar sesama.

“Saya sangat bersyukur, ketika ryan mewujudkan mimpinya saat ini, dan semoga bisa lebih bermanfaat kepada orang lain,” harapnya.

  • Bagikan