News  

24.070 Warga Kabupaten Malang Masuk Kategori Miskin Ekstrem

Tertinggi di Jawa Timur

malang
Menko PMK RI, Muhadjir Effendy (baju putih), saat berdialog dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Foto: Humas Pemkab Malang

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang memiliki tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi di Jawa Timur. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Muhadjir Effendy, saat melakukan kunjungan ke Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Senin (29/8/2022).

Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi warga yang berada dalam kemiskinan ekstrem di Kabupaten Malang, sehingga penanganannya bisa tepat sasaran.

“Untuk itulah saya bersama dua Staf Khusus Presiden RI menyempatkan untuk datang secara langsung ke Kabupaten Malang. Target di tahun 2024, kemiskinan ekstrem harus sudah hilang di Indonesia. Penanganan kemiskinan ekstrem ini harus tepat sasaran,” ujar Muhadjir.

Di tingkat nasional, kemiskinan ekstrem masih berada pada angka 6 juta jiwa. Muhadjir berharap Kabupaten Malang bisa menjadi contoh penghapusan kemiskinan ekstrem di tingkat nasional.

“Kami juga meminta Kementerian Sosial untuk ikut turun tangan dalam penghapusan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Malang, khususnya menangani rumah-rumah yang sudah tidak layak huni,” ujar Muhadjir.

Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto yang mendampingi Muhadjir Effendy menyebutkan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat di tahun 2021 terdapat 276.580 jiwa di Kabupaten Malang yang masuk dalam kategori miskin ekstrem. Jumlah ini merupakan 10,50 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Malang.

Sementara data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) di tahun 2022 mencatat penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Malang sebesar 24.070 jiwa atau 0,91 persen dari jumlah penduduk.

“Pemerintah Kabupaten Malang pastinya berkomitmen kuat dan tidak mengenal lelah untuk terus melakukan berbagai upaya dalam menurunkan angka kemiskinan,” ujar Didik.