MALANG, Tugujatim.id – Setiap sekolah pasti memiliki program unggulan untuk memberikan wadah bagi siswanya agar bisa mengembangkan skill-nya. Adanya program unggulan tersebut, para siswa bisa memiliki kualitas dan nilai positif yang digunakan ketika sudah lulus. Hal ini juga dilakukan Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) 1 Plus Malang yang memberikan 3 program unggulan bagi siswanya. MAM 1 Plus Kota Malang selalu target cetak siswa berkualitas di tingkat dalam negeri maupun luar negeri.
Kepala MAM 1 Plus Malang Syaiful Arif SAg menyampaikan, program unggulan tersebut terdiri dari English Program (EP), Arabic Program (AP), dan tahfiz Qur’an.
“Program unggulan kami ada 3, yaitu English Program, Arabic Program, dan tahfiz Qur’an yang sudah berjalan hampir 10 tahun,” ucapnya.
Dalam English Program, para siswa diberikan kelas intensif terkait pembelajaran bahasa Inggris yang mengarah pada TOEFL untuk persiapan daftar perguruan tinggi dalam negeri hingga luar negeri. EP sendiri berkolaborasi dengan Basic English Center (BEC) yang berasal dari Pare, Kediri. Selain itu, siswa yang telah lulus dalam program ini ada yang telah memasuki universitas yang berada di Australia dan Prancis.
Sama halnya seperti English Program, Arabic Program menyajikan kelas intensif yang memberikan materi terkait bahasa Arab agar menjadi bekal bagi siswa yang ingin mendaftar di perguruan tinggi seperti di Kairo, Mesir, dan Madinah. Kedua program tersebut dibagi menjadi tiga kelas, yaitu rendah, sedang, dan atas.

Berbeda dengan EP dan AP, tahfiz Qur’an merupakan program hafalan yang dilaksanakan setiap pagi yang juga dibagi menjadi tiga level. Siswa yang masuk dalam level A dan B merupakan siswa yang tergolong pernah belajar di pondok pesantren. Perbedaannya, jika level A maka harus menghafalkan tiga juz yaitu mulai juz 1, juz 29, dan juz 30. Sedangkan, untuk level B hanya juz 30 saja. Di samping itu, level C diisi para siswa yang belum pernah belajar di pondok pesantren dengan syarat menghafalkan juz 30 dan bimbingan Baca Tulis Qur’an (BTQ).
Ketiga program unggulan tersebut memiliki kepala intensif masing-masing agar lebih terarah dan kondusif. Selain itu, program ini telah masuk kurikulum sehingga jadwalnya tidak berada di luar jam pelajaran.
Syaiful mengungkapkan, program unggulan ini wajib diikuti seluruh siswa MAM 1 Plus Kota Malang dari kelas XI hingga kelas XII dengan mengikuti tes terlebih dulu.
“Untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan siswa, kami melakukan tes terlebih dulu sehingga tidak salah dalam memasukkan siswa ke dalam kelasnya,” ujarnya saat ditemui di ruangan kepala sekolah pada Senin (21/02/2022).
Dalam pelaksanaannya, kepala intensif akan selalu melakukan evaluasi untuk mengetahui perkembangan dari siswanya. Guru yang telah mengajar selama 21 tahun tersebut menuturkan, bagi siswa yang memiliki perkembangan yang sedikit lambat, maka tetap berada di kelas yang ditempuh dengan diberikan pendampingan lebih intensif.
“Namanya siswa pasti bermacam-macam cara berkembangnya. Untuk mereka yang sedikit lambat perkembangannya dari temannya, akan tetap kami dampingi,” tuturnya.
Dalam pembelajaran daring, kepala sekolah yang berasal dari Lamongan tersebut membeberkan program unggulan dilaksanakan menggunakan E-learning dengan menggunakan Google Meet dalam penyampaian materi.
“Susahnya kalau daring, kami tidak bisa memberikan materi secara efektif. Apalagi ketika melakukan evaluasi dalam program unggulan itu biasanya kami kesulitan,” bebernya.








