4 Fakta Kuliner Orem-Orem Khas Malang yang Kini Mulai Langka - Tugujatim.id

4 Fakta Kuliner Orem-Orem Khas Malang yang Kini Mulai Langka

  • Bagikan
Kuliner Orem-Orem. (Foto: WikiMedia/Tugu Jatim)
Kuliner Orem-Orem khas Malang. (Foto: WikiMedia)

MALANG, Tugujatim.id – Jika berkunjung ke Kota Malang, rasanya kurang lengkap jika Anda tidak mencicipi kuliner tradisional yang begitu memanjakan lidah. Tak jarang wisatawan di Kota Malang tidak hanya berburu tempat wisata saja, tapi juga makanan khasnya. Salah satunya kuliner orem-orem khas Malang.

Seperti yang telah banyak Anda diketahui, makanan khas Malang paling terkenal adalah bakso. Tapi, orem-orem ini juga lezat dan nikmat lho. Sayangnya, kuliner ini kian langka keberadaannya. Lalu, apa saja sih fakta tentang makanan khas ini ya?

1. Sejarah Orem-Orem

Masyarakat Kota Malang dulu biasa menyajikan orem-orem hanya dalam acara hajatan seperti pernikahan dan syukuran. Orem-orem menjadi bagian dari tradisi sebagai wujud rasa syukur terhadap rezeki yang mereka dapatkan.

Masakan ini menjadi istimewa karena dulu tidak dimasak untuk sekadar dinikmati atau diperjualbelikan. Namun, sejak 1980-an, makanan ini mulai dijual luas di warung, rumah makan, dan pedagang kaki lima (PKL).

2. Berasal dari Olahan Tempe

Malang juga dikenal dengan kuliner khas tempe beserta olahannya. Sebut saja, keripik tempe, tempe menjes, tempe penyet, dan tempe kacang atau mendol. Tempe mendol inilah yang akan menjadi bahan dasar dari orem-orem.

Tempe mendol merupakan olahan dari tempe kacang yang sudah mulai menghitam atau agak basi. Nah, tempe itulah yang akan diolah menjadi mendol. Bahan olahan ini yang membuat orem-orem menjadi begitu lezat.

3. Disajikan dengan Kuah Santan

Orem-orem terbuat dari irisan tempe goreng dan dimasak dengan kuah santan kental. Penyajiannya bersama ketupat atau lontong iris yang diberi tauge, tempe, dan disiram dengan kuah sayur santan. Biasanya dapat ditambah taburan bawang merah goreng, kecap manis atau sambal sesuai selera.

Cita rasa kuah santannya seperti sayur lodeh, tapi dengan rasa sedikit pedas. Orem-orem bisa juga ditambah lauk pendamping seperti irisan telur asin atau sepotong ayam goreng.

4. Cara Memasaknya yang Unik

Orem-orem diketahui menjadi identitas warga Malang. Selain bahan dasarnya menggunakan tempe khas Malang, masakan tradisional ini juga menggunakan bumbu-bumbu lokal Malang.

Tak hanya itu, kuliner orem-orem dimasak dengan cara yang unik. Proses memasaknya menggunakan bahan bakar arang. Hal ini karena bara api arang yang membuat aroma bumbu dasarnya tidak berubah.

Untuk bisa mencicipi orem-orem, Anda tak perlu merogoh kocek berlebih. Sebab, kisaran harga satu porsi orem-orem hanya Rp 7 ribu, dan Rp 10 ribu jika ditambah telur asin atau ayam goreng.

Ya, kuliner orem-orem saat ini kian langka keberadaannya. Namun, Anda tetap bisa menjumpainya di beberapa lokasi yang menjual seperti di Jalan Gatot Subroto, Jalan Singosari, Jalan Pasar Comboran, dan Orem-Orem Arema di Jalan Blitar.

 

  • Bagikan