Tips  

5 Mitos Tidur yang Kamu Harus Tahu, Mana yang Terunik?

Mitos tidur. (Foto: Freepik/Tugu Jatim)
Ilustrasi tidur nyenyak. (Foto: Freepik)

Tugujatim.id – Tidur adalah salah satu kebutuhan terpenting yang harus Anda penuhi dan lakukan setiap hari. Namun, tahukah Anda bahwa banyak mitos tidur yang sering dipercaya masyarakat? Dirangkum dari berbagai sumber tepercaya, ini 5 mitos tentang tidur yang perlu Anda ketahui.

1. Tubuh Terbiasa meski Kurang Tidur

Dilansir dari Sleep Foundation, Anda akan cenderung merasa lebih mengantuk di siang hari jika kurang tidur dalam beberapa hari. Peningkatan rasa kantuk di siang hari ini dapat menjadi stabil selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan tanpa tidur yang cukup.

Hal ini bukan berarti bahwa tubuh berfungsi dengan baik atau secara efektif menyesuaikan diri dengan kondisi kurang tidur. Seiring waktu, kurang tidur dapat merusak berbagai aspek kesehatan, termasuk metabolisme, sistem kardiovaskular, sistem kekebalan tubuh, produksi hormon, dan kesehatan mental. Jadi, pastikan untuk tidur mencukupi tidur malam Anda, ya.

2. Otak Berhenti Bekerja saat Tidur

Otak tetap aktif bahkan saat Anda tidur. Pola aktivitasnya berubah mengikuti tahap tidur yang berbeda, dan dalam fase rapid eye movement (REM), aktivitas otak menuju ke tingkat yang mirip dengan pada saat Anda bangun. Pergeseran aktivitas otak selama tidur diyakini menjadi bagian penting yang memengaruhi kemampuan berpikir efektif, memori, dan proses emosional.

3. Gampang Molor Artinya Anda Good Sleeper

Pernah punya teman yang bisa tidur di mana pun dan kapan pun? Atau mungkin itu diri Anda sendiri? Seseorang yang mudah dan sering tertidur bukan berarti dia sehat. Perlu diketahui, mampu tertidur kapan saja dan dalam keadaan apa pun itu menandakan adanya masalah tidur, bukan “tidur nyenyak”.

Nyatanya, mitos tidur yang satu ini berbahaya karena berdampak positif pada rasa kantuk yang berlebihan di siang hari. Hal tersebut biasanya merupakan gejala insomnia, kurang tidur, atau gangguan tidur yang mendasarinya seperti sleep apnea. Bisa juga dikaitkan dengan gangguan ritme sirkadian dan narkolepsi.

4. Tidur Siang Pengganti Tidur Malam yang Kurang

Tidur siang memang bisa membuat tubuh terasa lebih segar dan bertenaga. Tapi, tidak benar jika aktivitas tersebut dijadikan sebagai pengganti tidur malam. Banyak orang yang kurang tidur mencoba menggunakan tidur siang untuk mencukupi waktu tidurnya. Namun, hal ini sering kali hanya membuat jadwal tidur mereka semakin kacau.

Jika dilakukan, maka Anda akan lebih sulit untuk tertidur pada waktu tidur normal. Tidur siang yang lama juga bisa membuat Anda bangun dengan bingung dan lamban. Karena itu, tidur selama 30 menit di siang hari sudah cukup.

5. Jangan Pernah Bangunkan Sleepwalker

Dikutip dari Medical News Today, The United Kingdom’s National Health Service (NHS) menyarankan bahwa “hal terbaik yang harus dilakukan jika Anda melihat seseorang berjalan dalam tidur adalah memastikan mereka aman.”

Umumnya orang mengatakan, kalau Anda membangunkan orang yang berjalan dalam tidur (sleepwalker), mereka mungkin mengalami serangan jantung atau bahkan meninggal. Ini tidaklah benar. Jika seseorang membangunkan orang yang berjalan sambil tidur, mungkin orang tersebut akan kebingungan dan terkadang ketakutan saat terbangun.

Situs web NHS juga menjelaskan, setelah sleepwalker kembali tidur dan episodenya berakhir, sebaiknya bangunkan mereka dengan lembut sebelum membiarkan mereka kembali tidur. Ini mungkin “mencegah episode lain terjadi dalam siklus tidur nyenyak yang sama”. Tapi jangan bangunkan mereka dengan suara yang lantang atau kontak fisik yang kuat agar mereka tidak terkejut.