5 Prinsip yang Selalu Dipegang Teguh Founder PT Paragon, Nurhayati Subakat - Tugujatim.id

5 Prinsip yang Selalu Dipegang Teguh Founder PT Paragon, Nurhayati Subakat

  • Bagikan
Founder PT Paragon Technology and Innovation, Nurhayati Subakat saat mengisi sesi Fellowship Jurnalisme Pendidikan secara virtual, Selasa (10/8/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Founder PT Paragon Technology and Innovation, Nurhayati Subakat saat mengisi sesi Fellowship Jurnalisme Pendidikan secara virtual, Selasa (10/8/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Siapa yang tidak mengenal PT Paragon Technology and Innovation, perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik dan banyak dikenal dengan brand Wardah hingga Khaf yang produk-produknya telah merambah pasar nasional hingga internasional.

Dalam perkembangannya, Founder PT Paragon Technology and Innovation, Nurhayati Subakat, mengatakan bahwa untuk mengembangkan perusahaannya dirinya selalu memegang 5 prinsip yang diajarkan oleh ayahnya, Abdul Muin Saidi.

“Orang tua saya adalah pedagang sekaligus Ketua Muhammadiyah di Padang Panjang, sehingga beliau sangat sosial. Itulah yang menginspirasi kami sampai saat ini. Beliau juga sosok yang visioner, karena di tahun 1960-an beliau sudah sering menyampaikan kepada kami perihal pentingnya Imtaq (Iman dan Taqwa) dan Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang kelak kerap digaungkan Pak BJ Habibie di tahun 1990-an,” terangnya saat mengisi materi dalam Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch 2 yang digagas oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dan didukung oleh PT Paragon Technology and Innovation¬† melalui aplikasi Zoom Meeting, selasa (10/08/2021).

Nurhayati mengungkapkan ke-5 prinsip yang harus ditegakkan tersebut di antaranya adalah ketuhanan, kepedulian, kerendahan hati, ketangguhan, dan inovasi.

Zoom meeting dalam acara Fellowship Jurnalisme Pendidikan secara virtual yang juga dihadiri Founder Wardah, Nurhayati Subakat, Selasa (10/8/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Zoom meeting dalam acara Fellowship Jurnalisme Pendidikan secara virtual yang juga dihadiri Founder Wardah, Nurhayati Subakat, Selasa (10/8/2021). (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

“Kita tahu untuk ketuhanan adalah optimistis dan bekerjasama bersungguh-sungguh adalah bagian dari ibadah. Tentu dengan ketuhanan juga menjaga kejujuran dan bertanggung jawab serta senantiasa menghargai perbedaan,” bebernya.

“Kemudian kepedulian adalah yang kami rasakan, karena kepedulian yang membawa Paragon hingga saat ini yaitu menjunjung tinggi nilai kebersamaan. Senantiasa bermanfaat dan menjadi inspirasi positif, kemudian saling kolaborasi,” sambungnya.

Ketiga adalah kerendahan hati, ia mengatakan sebagai manusia jangan sampai memiliki sifat sombong, dan menyadari bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kemudian hiduplah sederhana sesuai kebutuhan, efektif tidak berlebihan.

“Seperti ibarat padi, makin berisi makin merunduk. Belajar kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja,” ujarnya.

Kemudian Nurhayati menjelaskan terkait ketangguhan, artinya manusia menjalankan hidup penuh sukacita, berani, sabar, pantang menyerah dalam mencapai tujuan, bertekad kuat, disiplin, ulet, dan penuh semangat menghasilkan karya.

“Terakhir adalah inovasi yang selalu mengembangkan hal baru dan lebih baik untuk melampaui harapan pelanggan. Visioner dan kreatif dalam menciptakan terobosan baru. Berpikir terbuka dan menggali mengolah berbagai informasi secara analitis dan sistematis, serta gesit dalam menghadapi perubahan,” paparnya.

“Alhamdulillah lima nilai inilah yang membuat Paragon menjadi perusahaan yang bermanfaat, bertumbuh, dan berkelanjutan dengan kebermaknaan dalam setiap prosesnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Dalam Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch 2 juga dihadiri oleh CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat. Direktur GWPP sekaligus Pimpinan Redaksi Tugu Jatim, Nurcholis MA Basyari. Dan para wartawan senior sekaligus mentor Fellowship Jurnalisme Pendidikan Batch 2 diantaranya M Nasir, Haryo Prasetyo, Frans Surdiasis, dan Tri J Sukaryana.

  • Bagikan