5 Rekomendasi Buku yang Cocok  Dibaca Sembari Menunggu Waktu Buka Puasa  - Tugujatim.id

5 Rekomendasi Buku yang Cocok  Dibaca Sembari Menunggu Waktu Buka Puasa 

  • Bagikan
Ilustrasi buku-buku yang siap jadi rekomendasi untuk menunggu waktu buka puasa alias ngabuburit. (Foto: Pixabay)

Tugujatim.id – Pada bulan Ramadhan, memperbanyak ibadah sebagai kunci agar pahala berlipat ganda. Selain membaca Al-Qur’an, i’tikaf di masjid, atau bersedekah, membaca buku juga bisa bernilai ibadah. Terutama bagi mereka yang saat ini masih berada di jenjang pendidikan. Maka, waktu yang pas untuk baca buku adalah pada sore hari, saat ngabuburit.

Ngabuburit memang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai jalan jalan, menonton film, bahkan membaca buku. Tidak banyak memang buku yang secara spesifik membahas tema Ramadhan. Akan tetapi, beberapa rekomendasi buku berikut, sangat menarik untuk dinikmati kala ngabuburit menunggu adzan maghrib. Inilah rekomendasi buku bacaan menemani waktu ngabuburitmu.

1.  Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya, karya Rusdi Mathari 

Buku ini begitu lekat dengan suasana Ramadhan. Bercerita tentang kehidupan di masyarakat desa selama Ramadhan. D buku ini, Cak Rusdi Mathari menghadirkan seorang tokoh bernama Cak Ndlahom.

Cak Ndlahom digambarkan sebagai pribadi yang kurang waras, tidak sholat, tidak puasa dan terkadang telanjang bulat di depan warga, suka tertawa sendiri, omongannya ngelantur, anak-anak kecil pun tak segan meneriaki Cak Ndlahom sebagai orang gila, tidurnya kadang di kandang kambing.

Namun, dalam setiap peristiwa yang terjadi selalu ada pesan mendalam yang bisa didapat pembaca. Amanat dari kisah can Ndlahom sangat dalam, bahkan bernilai sufi. Buku ini sangat menarik, meingatkan tentang suasana Ramadhan di suatu pedesaan, dengan segala problematika dan pemecahannya.

2. Apa Itu Salat, karya Haidar Bagir 

Melalui buku ini Haidar Bagir, seorang penulis sekaligus filosof terkenal hendak menyampaikan bahwa salat bukan sekedar menjalankan kewajiban, tetapi salat seharusnya bisa meningkatkan akhlak, membersihkan hati, mendatangkan pencerahan, kebahagiaan hidup, dan transformasi diri yang dahsyat.

Lewat buku ini, pembaca akan diberi pelajaran dari hakikat dan makna batin shalat yang benar. Ada pula kumpulan ajaran para sufi besar dan hukama’ (orang-orang bijak) tentang hakikat lebih dalam dan kemuliaan spiritual ibadah shalat

3. Islam yang Menyenangkan, karya Edi Ah Iyubenu 

Pak Edi memang begitu banyak menulis buku bertema islam yang dekat dengan pemahaman sufistik. Salah satu bukunya yang cukup terkenal berjudul Islam yang Menyenangkan. Buku ini berisi sehimpun artikel yang menjadi buku bertema Islam dan Sosial.  Gagasan yang dibangun pak Edi lebih kepada sindiran atau satire pada mayoritas Muslim di era sekarang karena tidak dapat dipungkiri bahwa pesatnya teknologi membawa pengaruh terhadap perbedaan muslim zaman dulu dan zaman sekarang.

Dalam bukunya pak Edi hendak menyampaikan bahwa tidak ada satu ajaran pun dalam Islam yang tidak memerintahkan umatnya untuk tidak menebar kebaikan bukan hanya kepada sesama iman, tetapi juga seluruh manusia lintas iman, bahkan lintas makhluk. Sebutlah kepada alam dan lingkungan.

4. Tuhan Maha Asyik jilid 1 dan 2, karya Sujiwo Tejo 

Melalui buku ini, mbah Tejo serta rekannya Dr. Mn. Kamba mengajak pembaca untuk mengenal Tuhan secara holistik yaitu sisi yang tak banyak diketahui orang. Pasalnya, banyak dari kita yang bertuhan tanpa mengenal Tuhan dan tanpa berusaha mengenal-Nya. Mbah Tejo mengenal lebih dekat dengan Tuhan Maha Asyik jilid kedua dengan cara yang ringan, yakni melalui cerita keseharian anak-anak.

Cara Sujiwo Tejo memaknai Tuhan disampaikan melalui kisah-kisah yang menarik melalui tokoh Christine, Parwati, Dharma, Samin, Kapitayan, Buchori, dan Pangestu, yang diimbangi kearifan dari Bu Guru Matematika dan Pak Guru Biologi.

Dalam Tuhan Maha Asyik jilid 2, mbah Tejo mencoba meyakinkan bahwa agama dan kitab suci dihadirkan Tuhan untuk dijiwai oleh seisi alam.

5. Lockdown 309 Tahun, karya Cak Nun 

Buku ini lahir bersama dengan pandemi covid-19.  Karya terbaru Cak Nun terbit di tahun 2020. Cak Nun berbagi kegelisahan  serta refleksi pada pembaca atas pandemi korona yang saat ini telah melanda dunia.

Lockdown 309 Tahun menceritakan banyak hal tentang apa yang terjadi selama masa pandemi dan menyinggung permasalahan terkait di dalamnya. Hingga akhirnya menjurus pada satu pertanyaan penting untuk direnungi, Apa pelajaran yang sudah kamu petik dari fenomena yang kelak menjadi bagian dari sejarah ini?

Itulah beberapa buku yang menjadi rekomendasi untuk menemani puasa Ramadhan kita. Semoga bisa bermanfaat dan menambah khazanah keilmuan.

  • Bagikan