6 Kebiasaan Buruk Bikin Otak Rusak, Mana yang Sering Kamu Lakukan? - Tugujatim.id

6 Kebiasaan Buruk Bikin Otak Rusak, Mana yang Sering Kamu Lakukan?

  • Bagikan
Otak rusak. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)
Ilustrasi otak manusia yang mudah rusak dengan melakukan kebiasaan buruk. (Foto: Pexels)

MALANG, Tugujatim.id – Manusia memang membutuhkan otak untuk berpikir dan melakukan segala aktivitas. Sebab, otak merupakan organ terpenting dalam tubuh karena fungsinya sebagai pusat perintah dan sistem saraf dalam mengontrol tubuh. Lalu gimana ya kalau kondisi otak rusak? Kira-kira apa ya penyebabnya?

Ya, untuk menghindari otak rusak agar tetap berfungsi dengan baik, Anda perlu menerapkan kebisaan yang sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi serta berolahraga secara teratur. Selain itu, menghindari kebiasaan buruk yang sering dilakukan setiap hari yang dapat merusak fungsi otak, di antaranya:

1. Kurang Minum Air Putih

Air sangat dibutuhkan otak karena sebanyak 80 persennya adalah air. Untuk menghindari otak rusak, maka dibutuhkan asupan air yang banyak. Kebutuhan air harus terpenuhi dan selalu menjaga tubuh untuk terhidrasi setiap hari.

2. Merokok atau Menghirup Udara Tercemar

Merokok menjadi salah satu kebiasaan yang berdampak buruk bagi kesehatan otak. Bagaimana tidak, kandungan nikotin yang terdapat dalam rokok dapat menyusutkan otak. Melansir dari CNBC Indonesia, dampak jangka panjang dari penyusutan otak ini adalah penyakit alezheimer. Rokok dan udara yang sudah tercemar ini juga mengandung banyak zat berbahaya jika dihirup, seperti zat karsinogen yang dapat merusak sel otak.

3. Kurang Tidur

Setiap orang membutuhkan waktu tidur kurang lebih 8 jam per hari untuk beristirahat. Kekurangan waktu tidur dapat mempercepat kematian sel-sel otak dalam jangka waktu yang pendek. Dampaknya adalah tubuh akan cepat lelah dan berpengaruh pada suasana hati yang buruk setiap hari.

Melansir dari CNBC Indonesia, studi menyebut bahwa kurang tidur dapat memengaruhi bagian kecil dalam otak yang dinamakan dhippocampus. Bagian ini berfungsi untuk mengingat informasi baru dan mengaitkan emosi ke dalam memori tersebut.

Kurangnya jam tidur hanya satu malam pun bisa memengaruhi kapasitas otak untuk mengingat informasi yang baru. Karena itu untuk mencegah hal tersebut, penting untuk Anda selalu mengatur waktu tidur.

4. Kebanyakan Makan

Makan menjadi salah satu kebutuhan tubuh untuk mendapatkan energi atau tenaga. Tapi, jika dilakukan secara berlebihan dapat mengakibatkan akumulasi zat sisa dalam bentuk lemak dan pengerasan arteri serebral yang berdampak pada menurunnya kekuatan mental.

Melansir dari hellosehat, sebuah studi yang dilakukan oleh Program Neuroscience soal penyalahgunaan zat di Universitas Vanderbilt menemukan bahwa orang yang secara teratur makan makanan berlemak secara berlebihan dapat menderita kerusakan di otak. Hal tersebut dapat mengakibatkan otak untuk mengirim sinyal untuk terus makan meski orang tersebut sebenarnya sudah kenyang. Untuk itu, sangat penting mengatur pola makan agar tetap sehat dan teratur sehingga otak dapat bekerja secara optimal.

5. Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak gula dapat menghambat penyerapan protein dan zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Hal ini berdampak pada perkembangan otak yang terhambat dan mengakibatkan kekurangan gizi (malnutrisi).

Bukan berarti Anda dilarang untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula, tapi kadarnya saja yang perlu dikurangi. Karena gula juga sangat dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki regulasi tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh, meredakan stres, dan beberapa fungsi lainnya.

6. Minum Alkohol

Berbagai informasi tentang bahaya mengonsumsi alkohol sudah sering kita dengar. Alkohol sendiri memberikan beberapa manfaat untuk tubuh jika dikonsumsi dalam kadar yang pas atau tidak berlebihan, seperti menurunkan risiko penyakit stroke, diabetes, dan penyakit jantung. Namun, jika alkohol dikonsumsi secara berlebihan akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan. Salah satu masalah yang ditimbulkannya adalah gangguan fungsi dan kinerja otak. Hal ini terjadi karena zat yang terkandung dalam alkohol tersebut menumpuk di otak sehingga mengakibatkan kerusakan pada otak dan jaringan saraf.

Melansir dari Alodokter, konsumsi alkohol dalam jangka pendek bisa menimbulkan berbagai efek pada otak, seperti kesulitan berpikir dan konsentrasi, tubuh gemetaran, mengantuk, dan sakit kepala. Sementara itu, dalam jangka panjang, alkohol bisa membuat otak rusak secara permanen sehingga membuat Anda berisiko mengalami gangguan mood, penurunan memori, gangguan koordinasi tubuh, atau penyakit tertentu, seperti stroke, sindrom Wernicke-Korsakoff, pikun atau demensia, dan kecanduan alkohol.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan