JEMBER, Tugujatim.id – Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman mengungkapkan hingga September 2025, tercatat sebanyak 7.500 warga di Kabupaten Jember menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat dampak cuaca ekstrem yang melanda.
“Sekarang ini kami masuk ke cuaca ekstrem meskipun musim hujan. Yang dikatakan cuaca ekstrem itu tiba-tiba siang panas banget mencapai 34-35 derajat Celcius, kemudian sore tiba-tiba hujan disertai angin dan petir,” ungkap Helmi pada Selasa (28/10/2025).
Baca Juga: Musim Kemarau, Dinkes Kota Malang Minta Warga Waspada ISPA
Kondisi geografis Kabupaten Jember yang sangat luas dan dikelilingi pegunungan menjadi tantangan tersendiri bagi ketahanan tubuh warga. Helmi menjelaskan, wilayah Jember tidak dingin melainkan lembap, apalagi dengan intensitas hujan yang sering terjadi belakangan ini.
Kabar baiknya, tren kasus ISPA mulai menunjukkan penurunan memasuki Oktober.
“Sudah mulai turun. Kemarin sempat di atas 7.500, sekarang Oktober sudah mulai turun,” kata Helmi.
Yang memprihatinkan, kelompok usia 0 hingga 5 tahun menjadi yang paling banyak terserang ISPA dengan jumlah hampir mencapai 3.000 anak. Sementara kasus pada orang dewasa tidak terlalu signifikan.
“Yang bahaya kan usia 0 sampai 5 tahun, karena flu-nya agak panjang. Kalau kemarin flu hanya durasi 1 minggu, sekarang hampir 2 minggu dan kadang-kadang belum sembuh,” jelasnya.
Warga Periksa Gratis di Puskesmas
Plt. Kadinkes Jember ini mengimbau masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan memberikan vitamin, terutama bagi anak-anak dan keluarga, agar kesehatan tetap terjaga.
“Jangan lupa kami sudah prioritas. Masyarakat Jember apabila memerlukan pemeriksaan, silakan gratis di puskesmas setempat yang ada di Kabupaten Jember. Pemeriksaan dan pengobatan dapat digunakan secara gratis,” pungkas Helmi.
Setidaknya, Dinkes Jember terus memantau perkembangan kasus ISPA dan mengoptimalkan layanan kesehatan di seluruh puskesmas untuk menangani lonjakan pasien akibat perubahan cuaca ekstrem ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








