70 Persen Pasien Covid-19 di RS Kabupaten Malang Berasal dari Luar Daerah

  • Bagikan
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto menyatakan bahwa sebanyak 70 persen pasien Covid-19 yang dirawat di RS penanganan Covid-19 merupakan warga luar Kabupaten Malang. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto menyatakan bahwa sebanyak 70 persen pasien Covid-19 yang dirawat di RS penanganan Covid-19 merupakan warga luar Kabupaten Malang. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto menyatakan bahwa sebagian besar pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah-rumah sakit penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang dihuni oleh warga luar Kabupaten Malang.

“Untuk evaluasi kita lihat bagaimana rumah sakit rumah sakit yang reconnect dengan dinas kesehatan. Dan sebagai bahan evaluasi, dari informasi yang kami tangkap bahwa di rumah-rumah sakit warga Kabupaten Malang hanya 30 persen dan sisanya adalah warga luar daerah. Dan fungsi rumah sakit kan sebagai lembaga layanan tidak boleh menolak (pasien Covid-19),” terangnya saat dikonfirmasi pada Kamis (15/07/2021).

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengatakan akan menyiapkan 1 ruang isolasi mandiri di setiap kecamatan di Kabupaten Malang.

“Karena rumah sakit itu terbatas, maka hari ini pemerintah daerah telah mempersiapkan 33 rumah isolasi yang kita tempatkan di masing-masing kecamatan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Didik sendiri belum bisa memastikan apakah PPKM Darurat di Kabupaten Malang akan diperpanjang atau tidak.

“Kita masih menunggu dulu lah, karena untuk sementara ini kan cuma sampai tanggal 20 Juli 2020 kita belum tahu hasil akhir,” ujarnya.

“Tentunya sebagai daerah kita akan mengikuti saran atau instruksi dari pusat terlebih dahulu,” sambungnya.

Terakhir, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Malang mengatakan jika prioritas saat ini adalah menekan angka penyebaran Covid-19 dan angka kematian.

“Tapi kita pemerintah daerah di Kabupaten Malang harus melaksanakan ketentuan-ketentuan yang sudah menjadi aksi bersama bagaimana menekan sebaran Covid-19 dan menekan angka kematian,” pungkasnya.

  • Bagikan