Malang, Tugujatim – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Polda Jawa Timur berhasil mengungkap Clandestine Laboratory Narkotika sintetis terbesar di Indonesia di Kota Malang, tepatnya berada di jalan Bukit Barisan nomor 2, Kelurahan Gading Kasri, Kecamatan Klojen.
Berikut adalah 8 fakta penting terkait peristiwa tersebut:
1. Lokasi berada di belakang Kantor Kelurahan : Pabrik Clandestine Laboratory ini ditemukan di Jalan Bukit Barisan no 2, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Pabrik ini ditemukan setelah adanya penggerebekan gudang penyimpanan ganja sintetis di Apartemen Kalibata City, Bekasi pada Sabtu 29 Juni 2024 lalu. Pada proses penggerebekan gudang di Apartemen Kalibata City, pihak Kepolisian dan jajaran BNN dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) mengamankan 23 kilogram ganja sintetis.
2. Jenis Produk : Laboratorium ini menghasilkan berbagai jenis narkotika sintetis, termasuk tembakau sintetis atau yang biasa dikenal dengan tembakau gorila, ekstasi, dan pil Xanax, yang merupakan psikotropika golongan satu.
3. Tersangka : Bareskrim Polri mengamankan 5 tersangka dari laboratorium narkoba ini, dengan peran masing-masing, termasuk peracik, pengelola peralatan, dan kurir. Merek diantaranya, YC (23), FP (21), DA (24), AR (21), dan SS (28) seluruhnya warga Kabupaten Bekasi. YC merupakan orang yang meracik produk narkoba, ia dibantu oleh FP 21, DA 24, AR 21, dan SS 28,
4. Barang Bukti Besar: Dari penggerebekan ini, berhasil diamankan 1,2 ton MDMB-4en-PINACA (ganja sintetis), 25.000 butir pil Xanax, 25.000 butir pil ekstasi, dan 40 kg bahan baku MDMB-4en-PINACA.
5. Barang Bukti Prekursor : Pihak Kepolisian juga menyita 200 liter prekursor narkotika yang dapat digunakan untuk memproduksi 2,1 juta butir ekstasi, serta bahan baku seperti Benzil Metil Keton (BMK) dan Pipironil Metil Keton (PMK).

6. Fasilitas dan Teknologi : Tempat ini telah beroperasi selama 2 bulan dengan menggunakan fasilitas modern seperti mesin pencampur dan mesin pengeringan vakum. Selama proses pembuatan, para pekerja di laboratorium narkoba ini dikendalikan oleh WNA dari Malaysia, dengan cara melalui live konferensi video.
7. Penyaluran dan Modus Operandi : Produk-produk dari laboratorium ini dijual secara online melalui e-commerce dan didistribusikan menggunakan jasa ekspedisi, dengan tujuan untuk menyamarkan jejak dan menghindari pantauan dari pihak berwenang.
8. Berkedok kantor Event Organizer : Selama beroperasi 2 bulan, laboratorium narkoba ini berkamuflase sebagai kantor event organizer. Tampak pada rumah di bagian teras rumah tertulis Mitra Ganesha.








