• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
bisnis kuliner. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

Ilustrasi tren bisnis kuliner. (Foto: Pexels)

8 Prediksi Konsep Tren Bisnis Kuliner Baru Pasca Pandemi

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak 2020 lalu, membuat banyak tren kuliner yang baru. Nah, tren bisnis kuliner ini diprediksi bakal terus berlanjut hingga 2022. Sebab, semuanya telah mengubah pola konsumsi masyarakat, apalagi soal produk makanan dan minuman yang sehat dan bergizi.

Bisnis kuliner ini bisa dibilang jadi salah satu usaha yang paling mampu bertahan dan mengalami banyak tantangan perubahan di masa pandemi Covid-19. Karena itu, setiap restoran dan kafe juga harus lebih jeli dalam meningkatkan ketertarikan pembeli agar penghasilan tak menurun.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Inilah 8 Konsep yang Mengubah Tren Bisnis Kuliner Pasca Pandemi:

1.Media Sosial Menjadi Kian Penting

Dalam dunia komunikasi, media sosial bermanfaat sebagai sarana untuk membangun hubungan atau relasi. Bahkan, media sosial membantu Anda untuk berkomunikasi jarak jauh karena memiliki jangkauan global.

Manfaat media sosial bisa meningkatkan peluang suksesnya bisnis yang dijalankan. Tak hanya digunakan untuk berteman dan berjejaring sosial, media sosial kini mulai merambah jadi media untuk berbisnis.

Para pebisnis dapat menggunakannya dengan membuat konten yang menarik dan relevan sesuai target pasar bisnismu agar semakin dikenal. Pengguna media sosial lainnya dapat melihat dari jarak jauh dan tak perlu ke lokasi untuk membeli makanan yang dibutuhkan, cukup dipesan secara online.

2. Maksimalkan Kebersihan untuk Konsumen

Penyakit yang berhubungan dengan makanan atau biasa disebut dengan food borne disease kerap berhubungan dengan sistem pencernaan. Hal tersebut dapat timbul jika makanan yang Anda olah tercemar bakteri, virus, atau parasit. Akibatnya, Anda bisa mengalami keracunan yang ditandai dengan diare, muntah, maupun demam.

Padahal menjadi seorang pebisnis, kepuasan pelanggan adalah hal yang utama saat menjalankan usahanya. Apalagi di era new normal seperti saat ini, beberapa bisnis seperti di pusat perbelanjaan tentunya konsumen restoran dan kafe agar lebih teliti dalam dengan apa yang dikonsumsi.

Banyak konsumen yang lebih rasional dan berhati-hati saat memilih makanan. Untuk meyakinkan kesehatan dan keamanan produk, tampilkanlah seluruh proses pembuatan dan penjelasan sumber bahan baku makanan atau minuman sebelum Anda memasak, pastikan dicuci bersih.

3. Makanan Siap Masak

Di tengah kesibukan bekerja dari rumah akibat pandemi, sebagian besar orang tidak memiliki waktu untuk berbelanja bahan makanan. Namun, mereka tetap ingin memasak makanan sendiri agar kesegaran bumbu dan bahan masakannya lebih terjamin.

Makanan siap masak pun menjadi jawaban bagi mereka yang ingin memasak tanpa ribet. Soalnya di paket makanan siap masak ini sudah ada aneka bumbu dan bahan yang diperlukan.

Konsumen pun tidak perlu repot memotong-motong bahan masakan karena sudah disiapkan sebelumnya. Tinggal siapkan kompor dan penggorengan, makanan pun akan tersaji dalam hitungan menit.

Makanan siap masak tidak hanya praktis, tapi juga menguntungkan dari segi kesehatan karena banyak yang menawarkan bahan makanan tanpa MSG dan pengawet. Tidak heran, makanan siap masak ini cukup populer di kalangan orang-orang yang sangat peduli terhadap kesehatan.

4. Tren Makanan Sehat Meningkat

Mengonsumsi makanan sehat merupakan hal paling penting yang diperlukan tubuh. Kandungan-kandungan nutrisi pada makanan diperlukan tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan baik.

Seperti situasi yang rentan terserang penyakit seperti sekarang ini, membuat banyak orang lebih peduli terhadap kesehatan. Belakangan ini konsumsi makanan sehat semakin meningkat semenjak merebaknya virus Covid-19.

Pada masa Covid-19, kesadaran orang-orang akan konsumsi makanan sehat makin meningkat. Berbagai penyakit bisa saja menyerang ketika imunitas tubuh mulai melemah.

5.Kemasan Jadi Pertimbangan

Kemasan produk memang menjadi hal yang penting untuk menyampaikan apa yang produk kita jual. Apalagi selama pandemi ini banyak usaha rumahan yang serupa bermunculan sehingga membutuhkan pembeda agar memiliki nilai beli.

Kemasan produk ini sendiri merupakan metode mendekatkan produk kepada konsumen dan terbukti berhasil memikat orang dari waktu ke waktu. Maka dari itu, pebisnis kuliner harus benar-benar memperhatikan bahan dan bentuk kemasan ketika menjual kepada konsumen.

6. Menciptakan Pengalaman di Rumah

Pendemi membuat banyak tren baru muncul begitu saja, tapi menguntungkan juga bagi para pebisnis dan konsumen. Tren baru ini salah satunya restoran menawarkan at-home experience atau pengalaman di rumah.

At-home experience ini, restoran menyediakan layanan koki dengan memberikan pelayanan yang datang langsung ke rumah konsumen dan memasak makanan di rumah konsumen. Jadi, konsumen tetap menikmati suasana makanan seperti di restoran tanpa perlu keluar rumah.

7. Permintaan Pesan-Antar Meningkat

Bisnis kuliner pesan-antar meningkat secara daring di Indonesia masih potensial bagi pemain baru di masa depan. Pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat beradaptasi untuk berbelanja secara daring, menambah pasar konsumen sektor ini.

Dua pemain utama jasa layanan pesan antar-meningkat secara daring di Indonesia sampai saat ini adalah Grab dengan Grabfood-nya dan Gojek dengan Gofood-nya. Sebagai pengusaha makanan, Anda bisa bekerja sama dengan jasa pengiriman instan untuk mengirimkan makanan ke konsumen dengan cepat dan aman. Dengan upaya itu, pebisnis kuliner dapat menjamin peningkatan penjualan dalam kondisi apa pun tetap mampu untuk bertahan.

8. Open Kitchen Akan Bermunculan

Restoran dengan konsep open kitchen diperkirakan menjadi tren pada 2020 hingga sekarang. Hal tersebut dikarenakan untuk mendukung tren makanan sehat yang banyak digaungkan.

Open kitchen juga bisa dianggap sebagai komitmen restoran untuk menjamin kebersihan makanan dalam proses pembuatan dan pengolahannya. Sejumlah restoran di Indonesia pun telah menerapkan konsep ini. Melalui konsep open kitchen, restoran dan bisnis kuliner lainnya dapat meningkatkan kepercayaan pengunjung yang datang.

Tags: Berita Covid-19Bisnis kulinerBisnis kuliner pasca pandemiBisnis kuliner usai Covid-19Tren bisnis kuliner
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Bunga kaliandra. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

Menengok Bunga Kaliandra, Bahan Baku Madu Premium Terbesar di Kabupaten Kediri

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID