91 Persen Kematian Kasus Covid-19 di RSUD Tuban karena Belum Divaksin - Tugujatim.id

91 Persen Kematian Kasus Covid-19 di RSUD Tuban karena Belum Divaksin

  • Bagikan
Ilustrasi pemakaman jenazah secara protokol kesehatan (prokes). (Foto: BPBD Tuban/Tugu Jatim)
Ilustrasi pemakaman jenazah secara protokol kesehatan (prokes). (Foto: BPBD Tuban)

TUBAN, Tugujatim.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R. Koesma Tuban mencatat sebanyak 216 pasien atau 91 persen orang terpapar Covid-19 yang meninggal dunia belum divaksin. Data tersebut terhitung sejak 1-20 Juli 2021.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban Bambang Priyo Utomo menyebutkan, berdasarkan riwayat vaksin pada RSUD dr R. Koesma Tuban, pasien yang meninggal dunia 9 persen telah menerima vaksin, sisanya belum melaksanakan vaksinasi.

“Sebagian besar pasien yang meninggal memang belum menerima vaksin,” ujar Bambang kepada Tugu Jatim, Senin (02/08/2021).

Sementara itu, mengutip Eatthis.com yang dilansir dari Kontan.co.id, jumlah kematian dan pasien yang memerlukan perawatan rumah sakit menurun setelah divaksinasi. Vaksin Covid-19 memang tidak membuat tubuh kebal atau benar-benar terhindar dari infeksi virus. Namun, mendapat suntikan vaksin Covid-19 dapat melindungi tubuh dari efek yang lebih parah, bahkan dapat menurunkan risiko kematian.

Jangan ragu untuk mendapat suntikan vaksin Covid-19. Apalagi saat ini muncul varian delta, salah satu varian virus Covid-19 terbaru yang mudah menyebar dan cukup berbahaya. Eatthis.com mengingatkan, meski Anda sudah divaksin, bukan berarti protokol kesehatan (prokes) bisa Anda lupakan.

Gunakan masker yang nyaman dan sesuai dengan standar kesehatan terbaru. Selain itu, usahakan untuk tidak bepergian atau mengunjungi tempat-tempat dengan risiko penularan virus Covid-19 yang tinggi, seperti di kedai kopi maupun restoran. Hal yang sama juga berlaku pada tempat umum lain dengan ventilasi udara yang buruk.

Sementara itu, dilansir di website vaksin.kemenkes.go.id, jubir pemerintah untuk vaksinasi Covid-19 Dr Siti Nadia Tarmizi juga menyebutkan, vaksinasi bisa menurunkan risiko terinfeksi virus hingga 65 persen. Sayangnya, dia mengatakan, masih ada orang yang memercayai informasi kurang tepat terkait vaksin, bahkan cenderung menerima hoaks atau informasi salah.

Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 dengan memakai prokes ketat. (Foto: BPBD Tuban/Tugu Jatim)
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19 dengan memakai prokes ketat. (Foto: BPBD Tuban)

Karena itu, penting untuk mengetahui fakta seputar vaksin Covid-19 sehingga bisa memercayai manfaatnya. Di Indonesia, hingga kini vaksin yang digunakan adalah CoronaVac dari Sinovac.

“Vaksin berfungsi untuk melindungi tubuh dengan cara membangun antibodi virus Covid-19. Nantinya, antibodi yang terbangun akan mengenali virus sehingga bisa dengan cepat melakukan upaya perlawanan. Saat antibodi menang melawan virus, infeksi bisa dihindari dan kemungkinan munculnya gejala penyakit pun menjadi lebih kecil,” sambungnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini kasus Covid-19 masih cukup tinggi. Berdasarkan peta sebaran kasus virus Covid-19 dari situs website Dinas Kominfo Jatim sampai 1 Agustus 2021, jumlah penambahan kasus ada sekitar 39 orang. Sementara secara kumulatif, ada 6.355 kasus. Rinciannya, 5.097 pasien sudah dinyatakan sembuh, 849 orang meninggal, dan kasus aktif atau masih dalam perawatan 409 orang.

  • Bagikan