TUBAN, Tugujatim.id – Sebanyak 99 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Tuban terdeteksi sebagai suspek tuberkulosis (TBC). Hasil kesehatan warga binaan Lapas Tuban ini usai menjalani skrining yang dilakukan bersama dinas kesehatan (dinkes).
Temuan gangguan kesehatan warga binaan Lapas Tuban ini memantik langkah cepat untuk mencegah penyebaran penyakit menular tersebut di dalam lingkungan penjara.
Baca Juga: Jatim Peringkat Kedua Kasus TBC Tertinggi di Indonesia, Total Capai 81.753 Penderita
Kepala Lapas Tuban Irwanto Dwi Yhana menjelaskan, seluruh napi yang terindikasi TBC akan menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan metode tes cepat molekuler (TCM) oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Tuban.
“Kalau nanti hasil TCM menyatakan positif, akan segera kami lakukan pengobatan intensif selama enam bulan. Mereka juga akan kami tempatkan di ruang isolasi agar tidak menularkan ke warga binaan lainnya,” tegas Irwanto, Jumat (16/05/2025).
Irwanto menambahkan, pengobatan TBC membutuhkan konsistensi tinggi sehingga lapas akan memperketat pengawasan agar para pasien disiplin mengonsumsi obat.
Lapas Edukasi Napi Hidup Bersih dan Sehat
Selain penanganan medis, pihak lapas juga menggencarkan edukasi hidup bersih dan sehat kepada seluruh napi, baik yang terdeteksi TBC maupun yang masih sehat. Edukasi ini dilakukan secara rutin oleh tim Klinik Lapas Tuban.
“Semua kami dorong untuk rajin olahraga, tidak meludah sembarangan, dan menjaga kebersihan diri. Ini penting untuk menekan risiko penularan,” lanjutnya.

Langkah skrining ini merupakan bentuk deteksi dini yang rutin dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan warga binaan Lapas Tuban. Apalagi, kondisi hunian yang padat dinilai rawan menjadi tempat berkembangnya penyakit menular seperti TBC.
Untuk diketahui, TBC sendiri masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Indonesia termasuk negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi di dunia.
Karena itu, temuan di Lapas Tuban ini menjadi cermin pentingnya sistem pengawasan kesehatan yang ketat di lembaga pemasyarakatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








