• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) dan juga hutan. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) dan juga hutan. (Foto: Pixabay)

Mengenal Apa yang Dimaksud dengan Kawasan Ekosistem Esensial

KEE, Sistem Penyangga Kehidupan Ragam Hayati

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Demi melindungi keanekaragaman hayati, pemerintah kerap mengupayakan membentuk bahkan menetapkan suatu kawasan menjadi kawasan konservasi, cagar alam, atau taman nasional. Kali ini, kita bakal membahas terkait Kawasan Ekosistem Esensial (KEE). Lalu, bagaimana pengertiannya?

Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan (Kasi P3), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nur Rohman menyampaikan bahwa Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) bukan tempat penangkaran, melainkan perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati dan pemanfaatan yang lestari.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Angin Kencang Mengintai di Balik Langit Cerah, Cuaca di Jawa Timur Rabu 22 Juli 2026 Perlu Diwaspadai

22/07/2026 7:46 AM
Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM

“KEE bukan penangkaran. KEE adalah kawasan yang mempunyai nilai penting untuk konservasi yang berada di luar kawasan konservasi. fungsinya seperti kawasan konservasi yaitu perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati dan pemanfaatan yang lestari,” terang Nur Rohman selaku Kasi P3 BBKSDA Jawa Timur pada pewarta Tugu Jatim di Surabaya, Kamis (25/02/2021) siang.

Selain itu, Nur Rohman menyampaikan bahwa KEE ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur sebagai pelindung dan penjaga keberlanjutan nilai penting hayati dan ekosistemnya. Selain itu, ada juga kawasan-kawasan di luar itu yang penting ditetapkan sebagai KEE juga.

“Dalam rangka melindungi dan menjaga keberlanjutan nilai penting sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, mas. Pemerintah menetapkan kawasan konservasi (Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Wisata Alam, Taman Nasional, red),” tegasnya.

“Akan tetapi di luar kawasan tersebut, ada kawasan-kawasan yang punya nilai penting seperti kawasan mangrove, karst, habitat satwa penting atau koridor satwa, yang juga perlu dilindungi. Sebagai bentuk perlindungannya dengan menetapkan kawasan tersebut sebagai KEE juga,” lanjutnya.

Tantangan-tanganan Lain

Ada sekian tantangan dan persoalan yang menjadi tugas harian dari BKSDA, Nur Rohman menyampaikan, misalnya seperti masih maraknya penyelundupan satwa dari luar Pulau Jawa. Selain itu, perlunya menyelamatkan satwa yang menjadi korban penyelundupan itu.

“Karena biasanya kondisi satwa sudah tidak baik, karena perjalanan dan pengangkutan yang tidak sesuai standar. Ada satwa yang (dimasukkan, red) pake botol atau kandang kecil. Akibatnya saat diamankan tidak semua satwa bisa diselamatkan. BBKSDA konsern bagaimana satwa-satwa tersebut semaksimal mungkin bisa diselamatkan,” tuturnya.

Nur Rohman berharap ke depan bahwa masyarakat dan/atau lembaga yang ingin memelihara dan/atau menangkar satwa bisa mengurus izin secara legal, sehingga nantinya semua satwa yang dipelihara adalah satwa legal yaitu hasil penangkaran.

“Selain itu, perlu adanya perlindungan satwa di habitanya (hutan-hutan di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa, red) agar tidak keluar. Kalau sudah keluar, maka ‘ongkos’ yang harus dibayar sangat mahal, mulai dari berkurangnya keanekaragaman hayati, kematian satwa dan ‘ongkos’ rehabilitasi untuk mengembalikan ke alam,” pungkasnya.

Sebagai informasi, menurut penetapan dari Gubernur Jawa Timur, ada 4 lokasi di Jawa Timur yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE). Yaitu, KEE Teluk Pangpang Banyuwangi, KEE Ujung pangkah Gresik, KEE Masakambing Sumenep, KEE pantai taman Kili-kili Trenggalek. (Rangga Aji/gg)

Tags: BBKSDA JatimKota SurabayalingkunganSurabaya
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Angin Kencang Mengintai di Balik Langit Cerah, Cuaca di Jawa Timur Rabu 22 Juli 2026 Perlu Diwaspadai

by Dwi Linda
22/07/2026 7:46 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (22/07/2026) didominasi cerah dan udara kabur di banyak kabupaten/kota. BMKG mengeluarkan peringatan...

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Next Post
Simbol segitiga atau piramida disertai simbol mata satu kerap dikaitkan dengan simbol illuminati. (Foto: Pixabay) tugu jatim

5 Fakta Soal Secret Society Bernama Illuminati

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID