• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Candi Sumberawan di Kabupaten Malang. (Foto: Ovi/Gufron/Tugu Jatim)

Candi Sumberawan di Kabupaten Malang. (Foto: Ovi/Gufron/Tugu Jatim)

Situs Purbakala Candi Sumberawan, antara Wisata, Sejarah, dan Toleransi

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News, Pendidikan, Sastra & Budaya, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Candi Sumberawan merupakan situs purbakala yang terletak di kawasan Dusun Sumberawan, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dikelilingi oleh aliran sungai serta pepohonan tinggi menjulang yang sudah berusia ratusan tahun menambah suasana asri dan teduh. Semilir angin yang sepoi membuat pengunjung betah berlama-lama di lokasi yang satu ini.

Selain panorama alam indah, hamparan hijau pepohonan, udara yang bersih, ada juga sebuah stupa yang berdiri megah menunjukkan keluhuran moyang terdahulu.

You might also like

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM
Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

20/07/2026 5:18 PM
Sumber suci tempat pemujaan dan ritual keagamaan. (Foto: Ovi/Gufron/ln)
Sumber suci tempat pemujaan dan ritual keagamaan. (Foto: Ovi/Gufron/ln)

Rosidah, 50, juru pelihara candi ini menerangkan, penamaan candi merujuk pada struktur kawasannya, di mana dulunya itu merupakan sumber mata air terbesar. Candi Sumberawan artinya candi yang berdiri di atas sumber yang dikelilingi rawan/rowoan. Namun, karena sering terjadi longsor sehingga mengubah rawa tersebut menjadi sungai.

Candi Sumberawan ditemukan kali pertama pada 1904, kemudian dilakukan penelitian Dinas Purbakala secara bertahap, pada zaman Hindia Belanda pada 1935. Selanjutnya, dilakukan pemugaran pada bagian kaki candi dan rekonstruksi pada 1937.

Batur candi berdenah bujur sangkar, tak memiliki tangga, polos, dan tidak berelief. Candi terdiri dari kaki dan badan yang berbentuk stupa. Sedangkan di bagian atas terdapat selasar, kaki candi memiliki penampil pada keempat sisinya.

Spot lain di Candi Sumberawan, Kabupaten Malang. (Foto: Ovi/Gufron/ln)
Spot lain di Candi Sumberawan, Kabupaten Malang. (Foto: Ovi/Gufron/ln)

Di atas kaki candi berdiri stupa yang terdiri atas lapik bujur sangkar dan lapik berbentuk segi delapan dengan bantalan berbentuk padma. Sedangkan bagian atas berbentuk genta atau stupa, yang puncaknya telah hilang. Kesulitan yang dialami para peneliti menjadikan pemasangan bagian atas candi terpaksa dihentikan.

Menurut ahli purbakala, Candi Sumberawan dulu bernama Kasurangganan. Sebuah nama yang terkenal dalam kitab Negarakertagama. Untuk menghindari kesalahan, diputuskan puncak candi tidak dipasang atau dihias dengan payung atau chattra, karena sisa-sisanya tidak ditemukan.

Dari bagian batur dan stupa diperkirakan bangunan Candi Sumberawan didirikan sekitar abad 14 sampai 15, pada masa Majapahit. Berbentuk stupa dengan latar belakang Buddha menjadi tempat suci untuk meditasi dan ritual keagamaan lainnya.

“Di sini candi Buddha, tapi digunakan semua agama. Kalau Hindu biasanya ke air, Buddha fokus ke candi, Kristen ke airnya untuk keperluan pembaptisan. Penganut Kejawen pada ritual satu Suro ada dua versi, ada yang berdiam diri (topo), ada yang istighotsah juga,” ungkap Rosidah, perempuan yang sudah menghabiskan 20 tahun lebih menjadi juru pelihara candi tersebut.

Sumber air yang mengalir dari ketinggian 650 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini dipercaya sebagai sumber air suci, disebut amerta atau air keabadian.

“Amerta dalam bahasa Sansekerta artinya tidak mati atau abadi, warna atau bentuknya berbeda, tapi sifatnya sama,” imbuhnya.

Dia juga mengajak seluruh anak muda dan para pengunjung agar bersama merawat situs ini dan terus menghormati perbedaan.

“Meskipun kita berbeda, tapi memiliki moyang yang sama,” tutupnya.

Kini situs Candi Sumberawan telah menjadi lokasi wisata, dikelola oleh Dinas Purbakala dan Dinas Kehutanan bekerja sama dengan lembaga kemitraan desa. Untuk bisa menikmati keindahannya, pengunjung cukup membayar tiket Rp 5.000/orang dan uang parkir Rp 2.000/sepeda motor. Sangat terjangkau bukan? Kapan Anda berkunjung ke Candi Sumberawan? (Ovi/Gufron/ln)

 

 

Tags: BuddhaCandi SumberawanHindia BelandaHinduJuru kunci candiKabupaten MalangPurbakalaRitual keagamaansitus purbakalaStupa
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

Next Post
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan saat memberikan arahan pada Pra Rapat Kerja (Raker) Kemendag 2021 di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (03/03/2021). (Foto: Dok Humas Kemendag/Tugu Jatim)

Kemendag Komitmen Dorong Strategi Peningkatan Ekspor RI

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID