MOJOKERTO, Tugujatim.id – Universitas Islam Majapahit (Unim) Mojokerto menggelar Sekolah Penelitian 2023 sebagai penguatan kecakapan penelitian mahasiswa. Acara yang diikuti ratusan mahasiswa semester VI semua prodi kecuali prodi-prodi Fakultas Teknik itu, dilaksanakan selama dua hari, yaitu 9-10 Februari 2023.
Sekolah penelitian yang berlokasi di Graha Nuswantara Lantai I itu dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan Pascasarjana IKIP Budi Utomo (IBU) Malang, Dr Sakban Rosidi MSi sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Rektor Unim Mojokerto, Dr Rachman Sidharta Arisandi MSi mengatakan bahwa wujud nyata berpemikiran akademik adalah kesanggupan melaksanakan penelitian ilmiah sebagai salah satu fungsi pokok akademik alumni. Atas pertimbangan tersebut, Unim Mojokerto meluncurkan program khusus penguatan kecakapan penelitian mahasiswa.
“Program ini sekaligus sebagai upaya mentradisikan penelitian kolaboratif antara dosen dengan mahasiswa. Upaya itu salah satunya melalui program Sekolah Penelitian,” jelas Dr Andi, sapaan akrab Rektor Unim Mojokerto.
Dr Andi berharap adanya sekolah penelitian itu membuat tidak ada lagi alasan kesulitan mencari topik penelitian.
“Selepas program sekolah penelitian yang disambung dengan penelitian kolaboratif bersama dosen, seharusnya cukup membuat setiap mahasiswa tidak hanya punya pengetahuan dan kecakapan, tetapi juga punya pengalaman penelitian dalam kelompok masing-masing bersama dosen,” tambah doktor alumni Universitas Airlangga itu.
Melalui dialog partisipatori, diperoleh tema besar untuk proyek penelitian kelompok, yaitu literasi. Berdasarkan jumlah program studi yang mahasiswanya ikut dalam kegiatan itu, tema besar dirinci menjadi Literasi Media-Digital, Literasi Politik, Literasi Ekonomi, Literasi Finansial, Literasi Matematika atau Numeracy, Literasi Keberagamaan (Moderasi), Literasi Bahasa Nasional, dan Literasi Bahasa Inggris.
Ketika ditemui pasca kegiatan luring itu, narasumber Sakban Rosidi menjawab perihal targetnya. “Penelitian kolaboratif selesai dan layak terbit, itu pertama. Yang kedua, para peserta terbangun watak terpelajarnya, yaitu: cermat mengindra, lurus bernalar, dan jernih berbahasa. Itu bagian dari kampanye terpelajar saya,” jelas doktor alumni Universitas Negeri Malang itu.

Kata dia, cermat mengindra menggambarkan langkah pengumpulan data atau pengukuran variabel. Lurus bernalar menggambarkan kesanggupan berpikir rasional, logis, dan teoretis. Jernih berbahasa menggambarkan kesanggupan berkomunikasi ilmiah, baik secara lisan maupun tertulis, termasuk menulis manuskrip dan artikel ilmiah.








