• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Hudiyono. Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Hudiyono. Foto: Izzatun Najibah/Tugu Jatim

Tari Seblang Tampil di Museum Mpu Tantular Sidoarjo

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

SIDOARJO, Tugujatim.id – Mewujudkan pelestarian budaya dan tradisi, Tari Seblang Banyuwangi ditampilkan di Museum Mpu Tantular, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Jumat (17/3/2023) malam.

Tari Seblang merupakan tradisi yang cukup tua di Banyuwangi, bahkan asal mulanya sangat sulit untuk dilacak. Seperti Tari Sintren asal Cirebon dan ritual Sanghyang di Bali.

You might also like

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

19/06/2026 10:15 AM
Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM

Masyarakat Suku Osing Banyuwangi percaya, bahwa kata Seblang merupakan singkatan dari “Sebele Ilang” atau sialnya hilang. Umumnya, Tari Seblang dapat ditemukan di dua desa di Banyuwangi, yakni Desa Bakungan dan Desa Olehsari.

“Tari Seblang Banyuwangi sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2014. Sebagai wujud pelestarian maka digelar di Museum Mpu Tantular Sidoarjo,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Hudiyono, pada Jumat (17/3/2023) malam.

Selain itu, Banyuwangi juga menjadi salah satu daerah dengan ribuan destinasi menarik. Suguhan alam dan tradisi budayanya yang kental mampu menarik wisatawan nusantara dan asing untuk mengenal Indonesia.

“Banyuwangi menjadi tempat percontohan wisata terbaik di Indonesia. Dan dari Gubernur (Jawa Timur), Khofifah juga memberikan amanah kepada kami bahwa tahun 2023 mampu menarik 238 juta wisatawan dari lokal maupun internasional,” tambahnya.

Hudiyono juga mengajak masyarakat meramaikan museum untuk menyebarkan edukasi melalui benda-benda bersejarah. Bukan tanpa alasan, Museum Mpu Tantular memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi dan penting untuk diketahui oleh anak-anak.

“Kita akan mendorong masyarakat dengan pertunjukan ini, ada pertunjukan seni dari Banyuwangi. Tetapi yang ingin kita tonjolkan adalah tempat ini adalah tempat sumber ilmu dan pengetahuan, khususnya nilai budaya dan seni,” kata Hudiyono.

Selain itu, museum tak hanya berisi tentang barang-barang peninggalan bersejarah. Berbagai kajian literatur juga terhimpun sehingga dapat dijadikan sumber pengetahuan mengenal budaya nenek moyang.

“Bisa belajar sosial, teknologi, agama, karena kajian-kajian di museum ini lengkap. Ayo warga Sidoarjo yang dekat dengan museum ini gunakan aji mumpung untuk mendidik anaknya mendapatkan informasi betapa leluhurnya budaya dan seni zaman dulu,” ucapnya.

Tak dapat dielakkan, semakin majunya perkembangan dunia digital membuat akses mendapatkan informasi semakin mudah. Hanya dengan melalui Google, orang akan lebih mudah mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Sehingga banyak dari anak-anak yang sudah kecanduan gadget.

Hudiyono berpesan agar menjadikan dunia digital sebagai media untuk penguatan karakter. Sehingga, digitalisasi memberjkan dampak yang positif bagi penggunanya.

“Dengan adanya digitalisasi, jangan sampai menjadi perusak mental seharusnya menjadi penguat. Oleh karena itu, pemerintah Jawa Timur mendorong tempat-tempat edukasi seperti ini dengan berbagai pelayanan dan metode dengan promosi budaya supaya menjadi magnet,” pungkasnya.

Tags: berita sidoarjoberita sidoarjo hari iniSidoarjotari seblangtari seblang banyuwangi
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Next Post
bukit kayoe putih tugu jatim

Bukit Kayoe Putih Mojokerto, Objek Wisata yang Bermula dari Skripsi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID