• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Anis Ekowati, pemilik jamu tradisional "Pacul Permai" di Desa Pacul, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Anis Ekowati, pemilik jamu tradisional "Pacul Permai" di Desa Pacul, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Jual Jamu Beromzet Rp 30 Juta, Perempuan di Bojonegoro Tetap Sukses di Tengah Pandemi

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Bisnis, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Apakah Anda menyukai minum jamu? Barangkali Anda juga sudah nggak asing ketika mendengar kata jamu? Nah, melalui jualan jamu, perempuan asal Bojonegoro ini bisa meraup omzet hingga Rp 30 juta per bulan lho. Bagaimana kisah perjalanan usahanya dalam berjualan jamu? Simak wawancara Tugu Jatim bersama Anis Ekowati, pemilik rumah produksi “Pacul Permai” yang sukses dalam menjalankan usahanya.

Saat Tugu Jatim mewawancarai Anis Ekowati, dia begitu ramah dan berpenampilan sederhana. Siapa sangka jika pembuat jamu tradisional ini menggeluti dunia perjamuan sudah selama 11 tahun. Untuk produk yang dia jual pun bermacam-macam. Mulai dari jamu beras kencur, kunyit asem, kunci sirih delima putih, gepyok, kulit manggis, daun sirsak, temulawak, kunyit putih, dan sinom yang memiliki manfaat berbeda-beda.

You might also like

Dispensasi kawin di Surabaya.

Dispensasi Kawin di Surabaya Susut 61,63 Persen, Edukasi hingga Tingkat RW Dinilai Berhasil Tekan Pernikahan Dini

18/06/2026 1:14 PM
Pendaki ilegal Gunung Semeru.

BB TNBTS Amankan 15 Pendaki Ilegal Gunung Semeru, Satu Orang Cedera Kaki

18/06/2026 11:28 AM

Dalam menjalankan usahanya, Anis sudah mengalami banyak pasang surut dalam memperjuangkan dan mempertahankannya. Namun, hal itu sebanding dengan keuntungan yang dia peroleh, yaitu meraih omzet hingga Rp 30 juta per bulan.

Anis menceritakan awal mula membuat jamu tradisional ini ketika membuat suguhan untuk tamu ketika Lebaran. Karena banyak yang menyukai, Anis lantas mencoba menjualnya.

“Dulu saya jualnya masih pakai gendongan dengan berkeliling dari rumah ke rumah buat nawarin ke orang-orang,” kata Anis pada Sabtu (27/03/2021).

Karena peminatnya yang semakin banyak, dia berinisiatif untuk memasarkannya menggunakan botol.

“Dulu saya dapat Rp 100 ribu saja sudah senang. Terus pas 3 bulan awal berjualan, jamunya saya taruh di botol bekas yang dicuci bersih. Tapi, karena banyak permintaan dari pelanggan, saya memakai botol yang baru,” katanya.

Saat ini Anis bersama tiga karyawannya bisa memproduksi 200 botol jamu per hari. Menurut dia, yang paling diminati masyarakat adalah jamu sinom, kunyit asem, dan beras kencur.

Untuk harganya, mulai dari Rp 7 ribu-Rp 10 ribu per botol. Sedangkan produk jamunya sendiri bisa awet selama 4 hari jika dibiarkan di ruangan terbuka, tapi jika dimasukkan ke kulkas awet hingga sebulan.

Tak tanggung-tanggung, jamu yang memiliki rumah produksi di Perumahan Pacul Permai Indah, Desa Pacul, ini telah dipasarkan ke seluruh wilayah Bojonegoro, bahkan hingga ke Cepu, Babat, dan Lamongan.

Namun, Anis mengaku merasakan penurunan omzet saat menghadapi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Penurunannya bisa sampai 70 persen, dulu bisa dapat Rp 30 juta, kalau sekarang Rp 15 juta lebih sedikit,” tuturnya. (Mila Arinda/ln)

Tags: BabatCepuKabupaten Bojonegorokisah inspiratifKisah penjual jamuLamonganPengusaha jamuUsaha beromzet besar
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Dispensasi kawin di Surabaya.

Dispensasi Kawin di Surabaya Susut 61,63 Persen, Edukasi hingga Tingkat RW Dinilai Berhasil Tekan Pernikahan Dini

by Dwi Linda
18/06/2026 1:14 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil menekan angka pengajuan dispensasi kawin (diska) hingga 61,63 persen. Penurunan angka dispensasi...

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

BB TNBTS Amankan 15 Pendaki Ilegal Gunung Semeru, Satu Orang Cedera Kaki

by Dwi Linda
18/06/2026 11:28 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memastikan seluruh pendaki Gunung Semeru yang masuk melalui...

Fraksi Gerindra.

Dialog MBG Memanas, Demonstran Soraki Fraksi Gerindra Sanjung Program Prabowo 

by Dwi Linda
18/06/2026 10:37 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dialog antara perwakilan DPRD Kota Malang dengan ratusan demonstran di depan Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (17/06/2026),...

Jam keberangkatan kereta Surabaya-Malang terbaik.

Jam Keberangkatan Kereta Surabaya-Malang Terbaik agar Terhindar dari Kepadatan Penumpang

by Dwi Linda
18/06/2026 10:00 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Jam keberangkatan kereta Surabaya-Malang terbaik ternyata tidak selalu identik dengan jadwal paling pagi atau paling cepat sampai tujuan....

Next Post
CEO Paragon Salman Subakat dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno saat menyampaikan materi secara virtual. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)

Lewat iTalks Paragon Innovation Summit 2.0, Kupas Tuntas Inovasi dan Kreativitas Anak Bangsa

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID