• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
suku osing tugu jatim

Upacara adat Kebo-keboan. Foto: pinterest @tourbanyuwangi

Mengenal Upacara Adat Kebo-keboan Suku Osing di Banyuwangi

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Suku Osing di Banyuwangi memiliki berbagai macam tradisi adat yang unik. Salah satunya adalah upacara adat kebo-keboan yang merupakan suatu rangkaian selamatan desa yang merupakan bentuk ucap syukur atas hasil panen dari masyarakat yang melimpah dan sebagai bentuk upacara bersih desa agar warga diberikan keselamatan dan dijauhkan dari segala bentuk kejahatan atau bahaya.

Tradisi kebo-keboan diketahui telah berlangsung lama, yaitu sejak abad ke-18 dan ritual ini cukup rutin untuk dilakukan oleh Suku Osing setiap satu tahun sekali yang bertepatan pada bulan Muharam atau Suro pada tanggalan Jawa, yang tepat pada tanggal 1 sampai 10 suro pada hari Minggu.

You might also like

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

19/06/2026 10:15 AM
Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM

Masyarakat desa mempercayai jika ritual ini tidak dilakukan maka akan ada suatu musibah yang menimpa desa mereka.

Upacara Adat Kebo-keboan

Dikutip dari banyuwangibagus.com, kebo-keboan merupakan bahasa daerah yang berarti kebo jadi-jadian. Hewan kerbau digunakan sebagai simbol dikarenakan petani mengakui hewan ini sebagai mitra bekerja bagi para petani.

Dikutip dari surabaya.kompas.com, kebo-keboan ini memiliki sejarah panjang yang memiliki kaitannya dengan kisah Buyut Karti.

Buyut Karti ini hidup pada abad ke-18 masehi. Pada waktu itu, ada ancaman wabah penyakit yang cukup sulit disembuhkan. Hingga Buyut Karti tiba-tiba mendapatkan wangsit untuk melakukan upacara bersih desa. Isi dalam wangsit itu menyuruh para peserta yang turut dalam upacara itu harus berdandan layaknya hewan kerbau.

Peserta kebo-keboan mewarnai tubuh mereka dengan warna hitam full menggunakan oli ataupun arang dan juga mengenakan lonceng dan juga lengkap dengan tanduk yang berada di kepala orang memperagakan diri sebagai kerbau ini.

Para peserta kebo-keboan ini juga menarik bajak mengelilingi desa dengan iringan musik khas Banyuwangi yang merupakan ritual yang sakral untuk memohon berkah, keselamatan, dan merupakan wujud bersih desa.

Tradisi ini merupakan tradisi turun-temurun di Banyuwangi yang dilakukan oleh warga penduduk Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, dan Dusun Krajan, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Inti dari tradisi yang dilakukan ini semuanya sama namun cukup ada pembeda antara dua desa di atas. Dikutip dari surabaya.kompas.com, kebo-keboan yang dilakukan di Desa Alasmalang ini bukan hanya digunakan sebagai upacara adat saja, namun juga digunakan sebagai daya tarik wisata, sementara yang dilakukan di Desa Aliyan ini lebih kental akan aturan adatnya dan dilakukan lebih terstruktur.

Tags: Banyuwangikebo-keboansuku osing
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Next Post
biaya haji tugu jatim

Hari Terakhir Pelunasan Biaya Haji, Baru 68 Persen Calon Jemaah Haji Kabupaten Mojokerto Lunas

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID