SURABAYA, Tugujatim.id – Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap 20 Mei 2023, memang patut untuk dirayakan. Salah satunya dengan menari Remong bersama-sama 50 anak Surabaya di halaman Dewan Kesenian, Minggu (21/05/2023).
Puluhan anak Surabaya yang menari dengan lihai tersebut didominasi oleh pelajar SD. Mereka merupakan anak-anak yang tinggal di daerah Dupak Bangunrejo, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya.
Dulunya, daerah tempat tinggal mereka merupakan kawasan lokalisasi yang eksis lebih dulu daripada di kawasan Dolly, Surabaya.

Salah seorang penggiat kesenian sekaligus guru tari Remong mengajak anak Surabaya di kawasan gang rumahnya untuk membentuk ruang kesenian yang berfokus pada Tari Remo. Tujuannya, untuk menghidupi atau melestarikan budaya serta supaya anak-anak tidak dalam bayang-bayang sematan tempat tinggalnya.
“Anak-anak kami kumpulkan di Sanggar Omah Dhuwur di wilayah eks lokalisasi. Harapan saya bahwa kami memberi ruang kepada anak-anak, tidak semua anak menggeser aktivitas seperti di kampung. Mereka tergantung dengan gadget dan jadi tidak kreatif,” kata Kang Semut, pelatih sekaligus penggagas Sanggar Seni Omah Dhuwur, yang menginisiasi kegiatan pelatihan Tari Remo.
Menurut dia, aksi menari Remong di tanggal yang tidak jauh dari peringatan Hari Kebangkitan Nasional itu menjadi pilihan yang tepat. Sebab, pada 20 Mei, 115 tahun silam menjadi penanda awal mula perjuangan kemerdekaan Indonesia dikobarkan.

“Gerakan ini sebagai titik awal. Tanggal 20 Mei, pemerintah tidak memasukkan hari besar sebagai hari libur. Sementara momen 20 Mei adalah momen besar bahwa kita akan menjadi Indonesia. Sebagai Hari Kebangkitan Nasional, pemuda Indonesia punya pemikiran berdaulat dan mereka dari penjajah. Yang nantinya akan diteruskan ke tanggal 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda,” ucapnya.
Selain itu, kini Sanggar Seni Omah Dhuwur lebih banyak berfokus untuk perlatihan Tari Remo. Bukan tanpa alasan, Kang Semut mengatakan meski Tari Remo tidak lahir di Kota Pahlawan, tapi sudah menjadi bagian dari Surabaya.
“Kami ingin memberikan anak-anak identitasnya. Remong disepakati sebagai identitas Arek Suroboyo. Meski dari Jombang, tapi dibesarkan di Kota Surabaya. Selain itu, Remong juga punya filosofi yang luar biasa. Satu, para pejuang tangguh yang siap berjuang untuk mempertahankan negara ini,” ujarnya.








