• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
uin tulungagung tugu jatim

Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof Maftukhin. Foto: dok pribadi

Rektor UIN Tulungagung: Kepemimpinan Menteri Agama Saat Pelaksanaan Haji Seperti Ajaran Hastabrata

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

TULUNGAGUNG, Tugujatim.id – Pelaksanaan haji 2023 banyak yang menyoroti. Namun, menurut Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof Maftukhin, pelaksanaan haji tahun ini sangat berhasil. Alasannya, telah banyak trobosan dan kebijakan yang berpihak pada jemaah haji, seperti memberikan pelayanan prima pada lansia.

”Menjadi panitia penyelenggara ibadah haji bukan persoalan mudah. Bayangkan saja, bagaimana ribetnya mengurus 221.000 orang yang akan beribadah. Mereka dari seluruh penjuru nusantara yang memiliki karakter dan budaya masing-masing. Mengelola ratusan ribu jemaah seperti itu harus memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat serta memiliki kemampuan manajemen yang mumpuni,‘‘ katanya.

You might also like

Universitas Negeri Malang.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Universitas Negeri Malang Pilah Sampah Kampus dan Dukung SDGs 11 dan 13

05/06/2026 5:13 PM
Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM

Dia mengungkapkan, pola kepemimpinan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas seperti menjalankan ajaran hastabrata.

Dia menuturkan bahwa jerih payah yang dilakukan panitia penyelenggara haji seperti dengan ajaran Hastabrata. “Sejatinya telah meneladani apa yang menjadi bagian dari ajaran leluhur orang Jawa tersebut,“ ucapnya.

Prof Maftukhin menjelaskan bahwa Hastabrata itu merupakan ajaran tentang dharma atau kewajiban ratu gung binathara. Hasta yang bermakna “delapan” dan brata artinya “laku”. Dengan begitu, Hastabrata berarti delapan laku, atau delapan sifat, atau delapan watak, sebagai bentuk kewajiban seorang raja atau Gusti untuk menghadapi rakyat atau kawula-nya secara bijaksana.

“Dalam hal ini adalah laku pemimpin pada rakyatnya atau dalam hal ini adalah laku Menteri Agama dalam melayani jemaah haji,‘‘ terangnya.

Guru besar ilmu filsafat ini merincikan seperti apa laku hastabrata yang telah dilakukan menteri agama yang akrab disapa Gus Yaqut itu.

Laku pertama, pemimpin yang seperti hujan yang menebar ke bumi yang merata. Artinya, dalam laku kepemimpinan tidak membeda-bedakan. Ini juga terlihat dalam pelaksanaan ibadah haji. Semua jemaah mendapat perlakukan pelayanan yang sama. “Yakni, sama-sama dilayani dengan maksimal,’’ tuturnya.

Ajaran kedua, Barata Yama. Ini adalah laku kepemimpinan adil. Melihat ini menteri agama juga adil bahkan tegas jika harus memberikan sanksi jika ada hal-hal yang melanggar.

Kebijaksanaan ketiga, Betara Surya. Ini sifat matahari yang terus menyinari. “Gus Yaqut telah menjadi matahari yang bisa memberikan kekuatan atau dalam hal ini memberikan motivasi pada semua tim untuk bekerja maksimal,‘‘ pujinya.

Prof Maftukhin melanjutkan ajaran berikutnya adalah Batara Candra yang artinya kebijaksaan seperti bulan. Gus Yaqut telah menjadi keteduhan.

“Pada ajaran Barata Bayu, Gus Yaqut seperti angin yang memberikan kesejukan pada jemaah haji melalui kebijakan-kebijakan yang diambil,” ucapnya.

Selanjutnya, Batara Kuwera. “Ajaran Batara Kuwera adalah kedermawanan yang juga dilakukan para petugas haji. Mereka rela berkorban untuk para jemaah,” ucapnya.

Serta ajaran yang ketujuh adalah Baruna yang artinya samudera. “Gus Yaqut tetap saja tegar meski diserang oleh berbagai pihak yang nyinyir terhadap pelaksanaan haji tahun ini. Begitu juga para panitia penyelenggara haji mereka tetap saja sabar,” ucapnya.

Kebijaksaan kedelapan adalah Barata Brama. Kata dia, Gus Yaqut bisa menjadi api yang sudah kita lihat bersama saat bersikap di hadapan Masyarik.(*)

Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita tulungagungBerita Tulungagung hari inirektor uin tulungagungTulungagungUIN Tulungagung
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Universitas Negeri Malang.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Universitas Negeri Malang Pilah Sampah Kampus dan Dukung SDGs 11 dan 13

by Dwi Linda
05/06/2026 5:13 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan pemilahan sampah memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan melibatkan seluruh unit...

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Next Post
mojokerto tugu jatim

Besok Hari Terakhir, Baru 2 Parpol di Kabupaten Mojokerto Setor Berkas Hasil Perbaikan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID