• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
awan angin puting beliung

Ilustrasi awan yang ditakutkan menyebabkan angin puting beliung. (Foto: Pixabay)

Awas, Wilayah-wilayah di Malang Ini Rawan Angin Puting Beliung

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG – Anomali cuaca di Kabupaten Malang rupanya memiliki dampak yang mengkhawatirkan. Pasalnya, anomali ini dibawa awan-awan kumulonimbus yang bisa menyebabkan angin kencang bahkan angin puting beliung.

“Dari pemantauan kami pada Minggu, 16 Agustus 2020, memang dari citra satelit atau radar cuaca bahwa ada awan kumulunimbus yang berpotensi menyebabkan hujan lebat yang disertai angin kencang atau puting beliung,” ujar Retno Wulandari selaku Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso, Kabupaten Malang pada Selasa (18/08/2020).

You might also like

Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

20/07/2026 12:04 PM
Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

20/07/2026 10:15 AM

Retno mengungkapkan jika wilayah Malang Utara dan Malang Barat memiliki potensi paling membahayakan.

“Memang dari citra arahnya dari Karangploso kemudian ke arah barat lagi,” terangnya.

“Dari pantauan pengamatan cuaca di Kantor Stasiun Klimatologi Malang bahwa terpantau kecepatan angin mencapai 59,4 Km per jam. Sehingga ini memang sudah masuk kategori angin kencang,” imbuhnya.

Wanita berhijab ini lalu menerangkan perbedaan antara kedua angin tersebut.

“Kalau angin puting beliung itu tracknya memutar dan durasinya singkat hanya hitungan menit saja. Kalau angin kencang durasinya bisa lebih lama,” paparnya.

“Tetapi secara dampak sama-sama membuat kerusakan, dan sama-sama disebabkan awan kumulu nimbus,” sambungnya.

Sulit Diprediksi

Selain itu, menurutnya, dua angin tersebut juga sulit diprediksi kapan bakal terjadi.

“Lalu untuk memprediksi apakah akan terjadi angin kencang atau puting beliung itu sulit. Karena kejadiannya lokal dan pertumbuhan awan kumulu nimbus ini cepat,” bebernya.

Ditambah kondisi orografi atau topografi di Malang Raya yang bergunung-gunung juga berpengaruh pada terbentuknya awan kumulonimbus karena kelembapan udara yang cukup tinggi.

“Kemudian adanya pemanasan dari radiasi matahari yang cukup tinggi, ditambah kondisi topografi membuat awan ini bisa cepat berkembang,” jelasnya.

Retno mengungkapkan jika ketika awan mencapai tingkat kematangan tertentu akan menyebabkan angin kencang atau angin kumulonimbus yang disertai hujan lebat.

“Angin puting beliung ini memang sudah untuk diprediksi, paling kita hanya bisa memantau satu jam atau setengah jam sebelum kejadian itu. Itupun tidak semua awan kumulu nimbus menyebabkan puting beliung atau angin kencang,” ucapnya.

Terakhir, ia mengatakan jika sebenarnya kedua bencana angin tersebut biasanya tidak terjadi di bulan Agustus.

“Angin rancang atau puting beliung ini sebenarnya tejadi di peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, di pertengahan musim hujan atau dari musim hujan ke kemarau,” tutupnya.

 

Reporter: Rizal Adhi Pratama
Editor: Gigih Mazda

Tags: angin puting beliungBencanabencana alamBMKGcuacaKabupaten MalangKota MalangMalangMalang Raya
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 12:04 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Satreskrim Polresta Tuban mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur. Seorang pria berinisial...

Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 10:15 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Tambakberas menyiapkan 50 unit mobil Toyota Innova untuk mendukung pelaksanaan Muktamar...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur 20 Juli 2026 Berubah Drastis, Kabut Pekat hingga Hujan Mengintai Aktivitas Warga

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 8:41 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (20/07/2026) menunjukkan variabilitas yang signifikan, dengan kemunculan kabut tebal hingga hujan sedang...

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Next Post
kampus UM kampus terbaik jawa timur

Banyak Diincar Calon Mahasiswa, Ini Kampus Terbaik di Klaster 1 dan 2 Jawa Timur

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID