• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Warga Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, saat menjebol tanaman sawit. (Foto:Rap/Tugu Jatim)

Warga Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, saat menjebol tanaman sawit. (Foto:Rap/Tugu Jatim)

Sahabat Alam Indonesia: Pernah Ada Sawit di Malang Selatan, tapi Rugi!

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pembangunan pabrik dan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Malang masih menjadi pro dan kontra di masyarakat. Salah satunya dari Lembaga Konservasi Sahabat Alam Indonesia yang mengatakan jika penanaman sawit lebih banyak dampak negatifnya daripada keuntungannya. Founder Sahabat Alam Indonesia (SAI) Andik Syaifudin mengatakan, jika dulu Malang Selatan sudah memiliki pengalaman yang tidak mengenakkan terkait penanaman sawit.

“Tahun 2012, kami sudah dapat isu ada sawit di Malang Selatan dan 2015 kami temukan lahan sawit di daerah Gedangan, Nganteb, Tumpakrejo, Srigonco, Sumberbening, Bandungrejo, bahkan sampai Modangan. Kalau kami mengobrol sama warga itu kan dikirim ke Blitar. Awalnya warga diberikan bibit gratis dengan iming-iming harganya Rp 2.000-Rp 2.500 per kg,” terangnya saat acara ngobrol santai di live Instagram bersama tugumalang.id, partner tugujatim.id, beberapa waktu lalu.

You might also like

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM
Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM

Namun, karena tidak adanya sosialisasi dampak lingkungan penanaman sawit membuat sumber air di daerah Gedangan jadi menipis.

“Tapi, mereka tidak pernah diberikan edukasi bahwa sawit ini memiliki dampak ekologis. Itu terbukti pada warga saya di Gedangan, sumber airnya mulai berkurang ketika ada sawit di sekitarnya,” bebernya.

Hal ini membuat warga yang sempat menanam sawit di Malang Selatan menjadi menyesal dan memiliki merobohkan tanaman tersebut untuk ditanami pohon buah-buahan.

“Di Malang Selatan mulai Tumpakrejo dan daerah sekitarnya itu sudah banyak warga yang beralih dari tanaman sawit, karena keuntungan dan dampaknya tidak sebanding, terakhir harganya Rp 800 per kg,” ungkapnya.

Founder Sahabat Alam Indonesia (SAI) Andik Syaifudin saat live Instagram bareng tugumalang.id. (Foto: Tugu Malang/Tugu Jatim)
Founder Sahabat Alam Indonesia (SAI) Andik Syaifudin saat live Instagram bareng tugumalang.id. (Foto: Tugu Malang/Tugu Jatim)

Andik sendiri mengatakan jika wacana pabrik sawit ini kalau dibiarkan bisa jadi langsung diketuk palu tanpa sosialisasi kalau tidak dilawan.

“Makanya mulai dari isu diembuskan, kami langsung melawan. Dasar kami protes itu sendiri karena kami melihat yang ada di luar pulau, di mana melihat secara langsung sawit itu seperti apa. Saya juga dulu bekerja di alat berat di Kalimantan dan pulau-pulau yang lain. Jadi, kami tahu baik dan buruknya sawit itu, meskipun ada sawit yang sustainable tanpa harus merusak hutan,” tegasnya.

Selain itu, dia menganggap jika tanaman sawit sangat tidak cocok ditanam di Jawa yang mana hutannya sudah banyak yang terdegradasi.

“Tapi, saat ini lari ke Jawa, padahal di Jawa itu hutannya sudah kritis karena terdegradasi. Banyak lahan beralih fungsi dan jika ini ditambah sawit yang tidak ramah terhadap tanah, maka dampaknya lebih banyak negatifnya. Jadi, kami akan menciptakan bencana ekologis yang baru di Jawa,” ujarnya.

Terlebih lagi jika ditanam di Malang Selatan yang mana setiap tahunnya selalu dilanda bencana kekeringan.

“Sedangkan Malang Selatan adalah kawasan karet, di mana kawasannya kebanyakan adalah tanah kapur. Dan jika ditambah sawit yang sifatnya rakus air, maka akan menambah bencana ekologis baru bagi masyarakat Malang Selatan,” jelasnya.

“Kalau dihitung-hitung mungkin untung, tapi dampak lingkungannya akan lebih tinggi dari keuntungan yang didapatkan. Jadi, yang kami bela itu sisi penguasannya atau sisi sosial-lingkungan itu sendiri,” ujarnya.

Tags: Kabupaten MalangMalang SelatanPabrik sawitPerkebunan sawitSahabat Alam IndonesiaTanaman sawit
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Ledakan Balon Udara

Ledakan Balon Udara di Blitar, Polisi Bongkar Transaksi Mercon

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 4:16 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelidikan kasus ledakan balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kini menemui tantangan teknis. Pihak...

Next Post
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam aksi Hari Buruh Nasional bersama serikat pekerja di depan Disnaker Provinsi Jatim, Sabtu (01/05/2021).(Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

May Day, Ketua GMNI Unesa: Upah Buruh Tidak Sesuai, Banyak Jam Kerja di Luar Ketentuan!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID