• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ketua Bank Sampah Keluarga Mandiri di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Imam Mukhlas memberi makan ternak dengan magot, hasil dari produk bank sampah. Foto: dok Bank Sampah Keluarga Mandiri

Ketua Bank Sampah Keluarga Mandiri di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Imam Mukhlas memberi makan ternak dengan magot, hasil dari produk bank sampah. Foto: dok Bank Sampah Keluarga Mandiri

Kisah Warga Bojonegoro, Imam Muhlas Sulap Sampah Jadi Cuan

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Berawal dari kegalauan melihat sampah yang berserakan di lingkungannya, membuat warga Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bernama Imam Muhlas (38) tergerak untuk mengelola barang yang sudah tidak dianggap berharga itu.

Namun, berkat ketelatenan dan kesungguhan untuk mengatasi masalah lingkungan itu, akhirnya dia bersama kelompoknya berhasil membuat produk dari sampah dan dipasarkan hingga ke luar daerah, seperti Tuban, Lamongan, Rembang, Jawa Tengah, dan lain-lian.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

Muhlas, sapaannya, menceritakan perjalanannya mengelola sampah yang dimulai pada 2016. Saat itu, dia gelisah dengan keadaan dan kondisi desanya. Kemudian, dia mengajak istri, keluarga, dan tetangganya untuk juga menjaga lingkungan dengan pengolahan bank sampah.

WhatsApp Image 2023 09 25 at 05.36.20
Proses pemilihan sampah yang dilakukan pengurus Bank Sampah Keluarga Mandiri. Foto: dok Bank Sampah Keluarga Mandiri

“Awalnya, bank sampah dengan menampung sampah dari warga. Dan berinisiatif dari hasil pengolahan untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dalam setahun empat kali timbangan, disinkronkan dengan nilai pajak,” ucapnya.

“Alhamdulillah (sekarang) sudah gratis membayar pajak bumi bangunan lewat bank sampah,” imbuhnya.

Setelah itu, dia terus belajar dan juga mencari referensi untuk mengembangkan pengolahan bank sampah agar memiliki nilai ekonomis. Mulailah mencari patner, akhirnya dia bertemu dengan PT Pertamina EP yang memberikan pendampingan dan juga diajak studi perbandingan ke beberapa tempat, dengan tujuan ilmunya bisa diadopsi.

“Alhamdulillah lokasi desa kita berdekatan dengan pasar tradisional dan juga pasar buah. Jadi bisa juga memanfaatkan sampah organiknya,” terangnya.

Pada 2019, pandemi Covid-19 datang, banyak masyarakat yang sebelumnya bekerja di luar pulang ke desa karena kehilangan pekerjaan. Akhirnya, masyarakat banyak yang memilih berternak, baik ikan maupun ayam.

Dari peluang itu, produk dari pembudidayaan magot atau larva lalat hermetia illucens yang dihasilkan dari pemanfaatan sampah organik ini, ternyata bisa diterima oleh pasar. “Alhamdulillah bisa (jadi) pengganti pelet atau efisiensi pakan ternak,” ucapnya

Ia bersama 26 pengurus Bank Sampah Keluarga Mandiri terus belajar dan akhirnya ketemulah produk yang hasilnya terintegrasi. Nama programnya Intregasi Ikan Magot, Unggas, dan Ternak Bersama Masyarakat Sadar Lingkungan (Si Imut My Darling). Dan saat ini memiliki anggota aktif sebanyak 350 keluarga.

Tidak kalah hebatnya lagi, dia juga membuat bahan bakar dari sampah plastik yang diolah dengan alat pyrolisis hingga menghasilkan minyak setara solar maupun premium. “Jadi konsepnya, kita mengubah sampah plastik menjadi gas meta, produknya setara solar dan premium. Alat tampungan 50 kg plastik, bisa menghasilkan 45 liter,” ujarnya.

Bahan bakar ini sudah digunakan oleh kelompok ini untuk kendaraan mobil dan juga motor sebagai operasional mengambil sampah di warga. “Hasilnya sampai dengan saat ini tidak ada kendala dan aman. Hasil kita menfaatkan sendiri di kendaraan kami. Tapi ini tidak diperjual belikan,” jelasnya.

Ia berharap, ke depan ada angkutan sekolah yang ramah lingkungan, bahan bakarnya dari olahan sampah. Anak-anak yang memanfaatkan kendaraan ini bayarnya menggunakan sampah. “Setidaknya bisa mengurangi pencemaran lingkungan dengan mengolah 17 ton sampah yang dibuang di TPA. Selain itu hasil dari mengolah sampah ini kurang lebih Rp14 juta per tahunnya,” pungkasnya.

Reporter: Rochim
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita Bojonegoroberita Bojonegoro hari iniBojonegoroimam muhlasWarga Bojonegoro
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
Ratusan Ribu Jemaah Hingga Sejumlah Menteri dan Ulama Ngalap Barokah Haul ke-42 KH Abdul Hamid di Pasuruan

Ratusan Ribu Jemaah Hingga Sejumlah Menteri dan Ulama Ngalap Barokah Haul ke-42 KH Abdul Hamid di Pasuruan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID