• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Udeng adem ayem khas Tuban buatan Manaf Abdi yang sudah merambah pasar luar daerah. Foto: Rochim/Tugu Jatim

Udeng adem ayem khas Tuban buatan Manaf Abdi yang sudah merambah pasar luar daerah. Foto: Rochim/Tugu Jatim

Mengenal Udeng Adem Ayem Khas Tuban Dengan Balutan Batik Tulis Gedog Bernilai Filosofis Tinggi

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Udeng merupakan penutup kepala tradisional untuk kaum pria yang telah lama digunakan masyarakat Jawa.

Pada era ini, banyak karya yang diciptakan untuk memodifikasi udeng. Salah satunya udeng adem ayem khas Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Beda dengan udeng lainnya, udeng adem ayem berbalut batik tulis gedog.

You might also like

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM
Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

11/04/2026 3:25 AM

Batik tulis gedog sendiri merupakan mahakarya monumental yang memiliki nilai sejarah maupun filosofis bagi masyarakat Bumi Ronggolawe (sebutan lain Tuban). Batik tulis gedog biasanya digunakan untuk acara adat, pernikahan, kelahiran, dan kematian.

Pada acara kelahiran, bayi yang baru lahir dibungkus dengan batik tulis gedog polos yang berwarna putih sebagai lambang kesucian. Sedangkan pada acara pernikahan, batik tulis gedog dipakai oleh pengantin dan digunakan sebagai mahar.

Pengrajin udeng adem ayem, Manaf Abdi menyampaikan bahwa pembuatan kerajinan ini dimulai pada 2017. Ia bersama sang istri mulai mencoba memproduksi udeng dengan memasukkan unsur motif batik tulis gedog. Alasannya, selain sarat akan nilai sejarah, batik khas Tuban memiliki nilai seni yang tinggi serta terdapat keunikan yang terletak dari garis-garis tenunnya, seperti motif burung hong.

WhatsApp Image 2023 10 29 at 09.29.28
Udeng adem ayem khas Tuban buatan Manaf Abdi yang sudah merambah pasar luar daerah. Foto: Rochim/Tugu Jatim

Selain udeng, usaha kerajinan miliknya juga memproduksi songkok jas hingga baju batik untuk segala usia.

Ia juga menyampaikan bahwa niat awal hanya ingin mempopulerkan udeng sebagai warisan budaya. Sebab, menurutnya, udeng kurang dikenal generasi sekarang. Terlebih tren anak muda lebih suka menggunakan topi atau aksesoris kepala lain yang dianggap lebih kekinian.

“Tren fashion anak muda banyak menggunakan penutup kepala dengan topi. Lah dari ide ini, saya ingin coba membumikan udeng ke anak muda, bahwa udeng khas batik gedok juga sama kerennya,” ucap warga Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Tuban itu.

Saat ini, pangsa pasar produknya telah meluas hingga ke luar daerah. Dalam sehari, ia harus memproduksi minimal 30 udeng untuk memenuhi pesanan konsumen. “Terlebih pada momentum peringatan HUT RI atau Hari Jadi Tuban produksinya bisa mencapai dua kali lipat dari biasanya,” ungkapnya.

Selain masyarakat umum, udeng produksinya juga digemari para pegawai setingkat pejabat pemerintah daerah hingga Wakil Gubernur Jawa Timur. Bahkan kini, udeng khas Tuban seakan menjadi ikon wajib yang harus digunakan, baik pada acara formal maupun non-formal.

WhatsApp Image 2023 10 29 at 09.32.52
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky mengenakan udeng adem ayem saat menyerahkan bonus atlet dan pelatih kontingen Tuban pada Porprov VII Jatim 2022 di Hari Jadi ke-729 Tuban, di Alun-alun Tuban. Foto: dok Diskominfo Tuban

Untuk harga, udeng produksinya dipatok bervariasi antara Rp30 sampai Rp250 ribu per buah, tergantung bahan batik yang digunakan.

Manaf berharap, udeng khas Tuban semakin banyak digemari semua kalangan dan pasarnya semakin meluas.

Ia juga berpesan kepada komunitas dan pelaku UMKM Tuban untuk bersama-sama menguasai pasar lokal dengan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Kalau SDM-nya bagus, akan tercipta produk yang bagus dan digemari pasar,” pungkasnya.

Reporter: Rochim
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita Tubanberita Tuban hari iniTubanudeng adem ayemudeng adem ayem khas tuban
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Perjalanan Menuju Pertaubatan

Perjalanan Menuju Pertaubatan

by Dwi Linda
22/02/2026 11:43 AM
0

Oleh: Muhammad Mufid, Cerpenis Difabel di Malang Tugujatim.id - Malam sudah larut dan jalanan Kota Jakarta tampak lengang. Lampu-lampu jalan...

Next Post
kemarau tugu jatim

Berkah Kemarau, Omzet Penjual Es Batu di Pasuruan Naik 50 Persen, Sehari Laku 1,5 Ton

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID