Malang, Tugujatim.id – Politeknik Negeri Malang sukses mengadakan Pelatihan Listrik Surya Atap pada 28 hingga 29 November 2023. Bertempat di Gedung AA Polinema, pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Polinema dengan Regen Power Australia.
Selama dua hari, sebanyak 20 orang peserta yang terdiri dari dosen program Studi D4 Teknik Sistem Kelistrikan mengikuti materi pelatihan yang mengangkat topik “Solar Workforce Indonesia”.
Untuk diketahui, pelatihan ini pertama kali digagas oleh Arthur M Panggabean yang juga Direktur Regen Power Indonesia. Arthur ingin mengenalkan teknologi pembangkit listrik tenaga surya atap kepada masyarakat Indonesia.
Tujuannya, agar konsep Listrik Surya Atap dapat berkembang dengan cara yang positif dan bermanfaat. Berkat gagasan itu, Regen Power Indonesia lalu bekerjasama dengan Polinema untuk memberikan pengetahuan tentang Listrik Surya Atap dan nantinya bisa mencetak para ahli dan teknisi berkompeten.

“Tujuan kami bukan hanya untuk berjualan, namun membina individu agar bisa berjualan, mau bisnis boleh mau kerja sama orang juga bisa. Kami bekerjasama dengan Polinema dengan melanjutkan program LSA 2 ini, di mana para peserta akan dilatih oleh Teknisi berkompeten dari Regen Power, belajar tentang komponen PV surya, toolkit yang dibutuhkan dan bagaimana cara pemasangannya,” jelas Arthur.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya berfokus dalam mempelajari komponen-komponen PV dan praktik bagaimana cara pemasangan. Namun juga ada sesi pengujian dan evaluasi.
Sebagai tindak lanjut, pihak Regen Power juga akan memberikan nilai dan evaluasi kepada para peserta, apakah mereka layak untuk lulus atau tidak sebagai instalatur.
“Hari ini ada ujian dengan diberikan sebuah studi kasus misalnya jika ada konsumen yang ingin memasang PV, kebutuhannyannya sekian, maka kita harus merancang mulai dari awal seperti komponen apa saja yang harus dibawa, peralatan yang dibutuhkan dll,” ungkap Priya Surya Harijanto, salah satu peserta yang juga dosen Prodi D4 Sistem Kelistrikan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan akan semakin banyak tenaga ahli yang bisa dan paham teknologi Listrik Surya Atap. Sehingga akan semakin cepat dalam mengembangkan energi terbarukan ini. Selain itu juga dapat diterapkan dalam skala yang lebih besar, membina kolaborasi antar industri, akademisi, dan masyarakat luas.

Kurnia Eka Sari, selaku wakil direktur bidang akademik Politeknik Negeri Malang juga menaruh harapan besar dengan adanya pelatihan ini dapat menjadi langkah strategis Polinema untuk mencetak tenaga ahli dan teknisi solar cell berkompeten.
“Harapannya dosen-dosen yang ada di Polinema memiliki sertifikasi surya atap dan nanti dapat mengaplikasikannya pada mahasiswa. Surya Atap merupakan investasi yang mahal jika digunakan di perumahan, namun setidaknya dosen dan mahasiswa sudah terliterasi terkait penerapan surya atap ini, kalau semakin banyak yang menggunakan maka semakin murah juga biayanya,” jelas Kurnia Eka Sari.
Writer: Ludea Sindy Faroka
Editor: Imam A. Hanifah








