• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Jajaran Pengurus dan Pembina Forum Komunikasi Kepala Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Kabupaten Sidoarjo di Surabaya, Sabtu (29/05/2021). (Foto: Reni Novitasari/Tugu Jatim)

Jajaran Pengurus dan Pembina Forum Komunikasi Kepala Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Reni Novitasari/Tugu Jatim)

Mengenal FKKTPQ Sidoarjo, Wadah untuk Guru TPQ yang Getol Perangi Buta Aksara Al-Qur’an

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SIDOARJO, Tugujatim.id – Pendidikan merupakan bagian penting untuk membangun, mengembangkan dan memajukan peradaban manusia. Pendidikan tidak sekadar soal ilmu-ilmu sains, teknologi, atau ilmu sosial. Ada ilmu agama yang merupakan pondasi penting untuk merawat kebaikan, begitu pula pentingnya sosok pendidik Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang berupaya mengurangi buta aksara Al-Qur’an.

Mengurangi Buta Aksara Al-Qur’an, Tujuan Awal Pembentukan FKKTPQ

Atas dasar itu, H. A. Wahid Evendi Anwar, M.Ag yang akrab disapa ‘Abah Wahid’ selaku Ketua Pembina Forum Komunikasi Kepala Taman Pendidikan Al-Qur’an (FKKTPQ) Kabupaten Sidoarjo berupaya menjelaskan, menceritakan dan menerangkan awal mula berdirinya ‘perkumpulan’ yang menjadi wadah bagi guru-guru TPQ dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Agar masyarakat, guru-guru TPQ, dan elemen lain, tidak salah mengartikan, dapat memahami dan mengerti tujuan awal didirikan FKKTPQ.

You might also like

Universitas Negeri Malang.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Universitas Negeri Malang Pilah Sampah Kampus dan Dukung SDGs 11 dan 13

05/06/2026 5:13 PM
Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM

“Kami mendirikan FKKTPQ atas dasar Juknis (petunjuk teknis, red) yang dikeluarkan Kanwil Depag tahun 1993 kemudian diperbarui tahun 2003, ada klausul (kesepakatan atau perjanjian, red) bahwa Kepala Kantor Kemenag berkewajiban membentuk paguyuban yang menaungi pengelola TPQ dalam rangka pemberantasan buta aksara Al-Qur’an,” terang Abah Wahid pada Tugu Jatim, Sabtu (29/05/2021).

Selain itu, Abah Wahid menegaskan bahwa FKKTPQ Kabupaten Sidoarjo dibentuk dengan tujuan mengurangi buta aksara Al-Qur’an hingga menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan TPQ di 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Awalnya, jelas Abah Wahid, pembentukan pertama FKKTPQ ada di Kecamatan Candi, Sidoarjo.

H A Wahid Evendi Anwar Mag akrab disapa Abah Wahid selaku Ketua Pembina Forum Komunikasi Kepala Taman Pendidikan al-Quran (TPQ) Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (29/05/2021). (Foto: Reni Novitasari/Tugu Jatim)
H A Wahid Evendi Anwar Mag akrab disapa Abah Wahid selaku Ketua Pembina Forum Komunikasi Kepala Taman Pendidikan al-Quran (TPQ) Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (29/05/2021). (Foto: Reni Novitasari/Tugu Jatim)

“Menjadi wadah untuk merumuskan berkaitan dengan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dan menyelesaikan problem (permasalahan, red). Atas dasar itu, kami mengumpulkan semua kepala TPQ (atau guru ngaji, red) di Kecamatan Candi, terbentuklah FKKTPQ,” sambungnya.

Gayung bersambut. Melihat perkembangan FKKTPQ yang makin bagus tiap waktu, jelas Abah Wahid, kemudian bernisiatif untuk mendirikan di setiap kecamatan di Sidoarjo melalui penyuluh-penyuluh KUA yang sudah dikenal oleh Abah Wahid. Hingga 18 kecamatan tersebut memiliki FKKTPQ masing-masing.

“Di forum itu, alhamdulillah dengan dana urunan kami mengajukan kepada kepala KUA dapat sumbangan ya disiapi kaleng kotak untuk operasional. Sempat menyisihkan Rp 2 ribu. Selaras dengan perjalanan, kok bagus, lalu saya meminta penyuluh-penyuluh untuk mendirikan FKKTPQ di kecamatan lain,” jelasnya.

Dana Bantuan Insentif Guru-guru TPQ, Pembentukan Logo, AD/ART, Akta Notaris, dan SK Kemenkumham

FKKTPQ makin direspon positif. Abah Wahid melanjutkan, ada dana bantuan insentif untuk guru ngaji usulan dewan yang perlu disalurkan ke guru-guru TPQ, namun perlu melalui organisasi, lembaga atau perkumpulan yang independen. Disepakatilah FKKTPQ sebagai penyalur, kemudian dibentuk perkumpulan tingkat Kabupetan Sidoarjo.

“Maka selaras dengan itu, ada dana bantuan insentif untuk guru ngaji usulan dewan. Harus ada lembaga atau organisasi yang independen. Lalu, ada yang namanya FKKTPQ di Kecamatan Candi, lalu didirikan FKKTPQ Kabupaten Sidoarjo. Dalam perjalanan waktu, kami buat AD/ART dan logo,” bebernya.

Setelah terbentuk, Abah Wahid menegaskan, mulai berpikir terkait pembuatan logo, PD/PRT atau AD/ART, Akta Notaris, hingga pemilihan status ‘perkumpulan’ menjadi bentuk yang disepakati oleh seluruh anggota dari FKKTPQ Kabupaten Sidoarjo.

“Jadi, logo ini kami rapat di tahun 2005, setelah itu buat Akta Notaris. Maka berdasarkan logo ini, tidak ada namanya ‘Forum’ saja, tapi muncul nama ‘Perkumpulan Forum’, maka AD/ART di-review lagi jadi FKKTPQ,” jelasnya.

Selain itu, jelas Abah Wahid, SK Kemenkumham juga diperlukan, kendati yang muncul yakni bentuk ‘yayasan’, bukan ‘perkumpulan’. Namun, Abah Wahid tetap fokus pada tujuan awal pendirian FKKTPQ yakni untuk mendakwahkan Al-Qur’an bersama guru-guru TPQ di Kabupaten Sidoarjo.

“Jadi, target kami tahun 2015, bagaimana forum ini mempunyai SK Kemenkumham. Yang penting, berjalan barokah buat guru-guru TPQ. Dada kita untuk dakwah Al-Qur’an, urusan lain anggaplah rumput. Jangan sampai rumput itu mengalahkan padi. Andai dada kami dibelah, tidak ada niatan sedikitpun melakukan itu,” pungkasnya.

Tags: Kabupaten SidoarjoSidoarjoTPQ
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Universitas Negeri Malang.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Universitas Negeri Malang Pilah Sampah Kampus dan Dukung SDGs 11 dan 13

by Dwi Linda
05/06/2026 5:13 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan pemilahan sampah memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan melibatkan seluruh unit...

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Next Post
Stok Darah di PMI Bojonegoro Belum Stabil, Masyarakat Diharap Tak Perlu Takut Donor Darah

Stok Darah di PMI Bojonegoro Belum Stabil, Masyarakat Diharap Tak Perlu Takut Donor Darah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID