SURABAYA, Tugujatim.id – Pada April-Mei 2021, Kelompok Studi CAER (Community of Aquatic Environment) dari mahasiswa semester 6 Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Trunojoyo Madura melakukan penelitian mikroplastik pada sampel air sungai, air sumur, dan biota. Pengamatan mikroplastik ini menggunakan mikroskop binokuler dengan perbesaran 40-100 kali.
Sementara itu, Angwildi, mahasiswa semester 6 Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Trunojoyo Madura menegaskan beberapa fakta yang ditemukan di antaranya, biota Sungai Brantas telah positif terkontaminasi mikroplastik dari 12 spesies ikan terdapat 17-90 partikel/ekor.
“Gastropoda (keong) terdapat mikroplastik sebanyak 5 partikel/ekor. Bivalvia (kerang) ada mikroplastik sebanyak 6 partikel/ekor. Sedangkan udang 1,7 partikel/ekor,” terangnya Sabtu (05/06/2021).
Selain itu, Angwildi menambahkan, sampel anak Sungai Brantas yang meliputi (Kali Gunting, Kali Marmoyo, Kali Tengah, Kali Pelayaran, Kali Rowo) positif mengandung mikroplastik sehingga menyuplai sebanyak 126-163 partikel/100L ke Sungai Brantas.
“Sedangkan pada Sungai Brantas, air permukaan ada mikroplastiknya 37-73 partikel/100L dan untuk air kolom Sungai Brantas terdapat mikroplastik 48-167 partikel/100L,” imbuhnya.

Di sisi lain, pada air sumur dari Kota Jember, Mojokerto, Jombang, dan Pamekasan terbukti positif mikroplastik sebanyak 5-42 partikel/100L.
“Mikroplastik merupakan remahan plastik yang berukuran sangat kecil. Mikroplastik yang paling banyak ditemukan pada hasil penelitian adalah bentuk fiber yang bersumber dari serat tekstil atau limbah cair laundry. Bentuk lain yang ditemukan adalah bentuk fragmen yang berasal dari sedotan, botol air minum kemasan, dan botol sabun,” jelasnya.
Sebagai informasi, Angwildi menegaskan, bentuk filamen tas kresek, plastic PET, bentuk pellet berasal dari styrofoam ada bahan berbahayanya yang berdampak buruk bagi kesehatan seperti gangguan hormon. Di antaranya, Bisphenols yang mengakibatkan disfungsi seksual dan penurunan kesuburan, Alkyphenols penyebab penurunan jumlah sperma, dan Phthalates penyebab keguguran dan monopause dini.







