JAKARTA, Tugujatim.id – Teras Belajar oleh Pemimpin.id menggelar acara Tribute to Kuntoro Mangkusubroto di Gedung Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Jakarta, pada Jumat (26/1/2024). Acara dengan model hybrid ini turut menggandeng SBM ITB dan Rumah Mentor Indonesia.
Acara yang dimoderatori oleh Managing Director Pemimpin.id, Zensa Rachman mengundang narasumber yaitu Steering Committee Rumah Mentor Indonesia (RUMI), Heru Prasetyo dan Erry Riyana Hardjapamekas, Ketua RUMI, Shanti L Poesposoetjipto, dan Strategic Development Director Dayalima Group, Yuri Yogaswara.
Berbagai materi disuguhkan dalam acara ini. Mulai dari soal leadership, nilai (value), serta pengelolaan organisasi. Terutama gaya kepemimpinan serta value dari Kuntoro Mangkusubroto.
Seperti yang disampaikan oleh salah satu pemateri yaitu Heru. Ia membawakan materi dengan tema Celebration of Leadership. Heru mengaku banyak mendapat pelajaran berharga dari Kuntoro Mangkusubroto.
“Banyak orang mengenal dan merasakan hubungan dekat dengan Pak Kuntoro. Sementara frame yang dapat saya refleksikan dari beliau adalah profesionalisme dan kepemimpinan,” kata Heru, pada Jumat (26/1/2024).
Selain itu, Heru melanjutkan bahwa ada empat poin yang selama Heru menimba ilmu kepemimpinan kepada Kuntoro. Keempat poin tersebut adalah leadership, integrity, delivery, dan sustainability.
“Leadership dalam hal ini adalah kelompok dari ide, daya, dan gerak. Pemimpin itu harus punya ide, harus berdaya, serta mampu bergerak. Itulah leadership,” terang Heru.
Sementara integrity berkaitan dengan organisasi yang dikelola oleh seorang leader. Maka, sebagai seorang pemimpin, integritas dalam organisasi menjadi penting. Menurut Heru, pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang dapat membuat sebuah organisasi memiliki nilai integritas.
“Lalu poin delivery adalah soal nothing is done until it is done. Sementara poin sustainability adalah bagaimana mewariskan nilai-nilai luhur kepada para penerus agar menjadi value yang kuat,” beber Heru.
Sementara itu, Yuri mengatakan bahwa apa yang sering luput dari kehidupan sehari-hari adalah value. Yuri menyoroti bahwa perkembangan dunia yang serba cepat membuat hasil begitu diagungkan daripada proses.
“Kami melihat kecenderungan sekarang pokoknya cepat, instan. Lupa kalau proses itu sama pentingnya dengan hasil. Lalu bagaimana memberi dampak kepada lingkungan sekitar itu menjadi value yang semakin jarang ditemui,” kata Yuri.
Reporter: Hanif Nanda
Editor: Lizya Kristanti








