Malang, TuguJatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) memfasilitasi belajar ke luar negeri melalui program Internasional Fakultas Psikologi yaitu IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards), Outbond Mobility, dan KKN Internasional 2024.
Program Internasional ini dipersiapkan untuk mewadahi minat mahasiswa dalam mengasah kemampuan dan wawasan di lingkup global. Salah satu program dari pemerintah yaitu IISMA.
Dosen psikologi sosial sebagai tim kerja sama internasional di Fakultas Psikologi, Mutia Husna Avezahra, P.si., M.Sc., M.A. memaparkan bahwa fakultas psikologi membuka 3 program yang bertujuan memberikan kesempatan mahasiswa untuk belajar ke luar negeri.
“Fakultas psikologi mengadakan sosialisasi untuk kesempatan-kesempatan apa saja yang didapatkan oleh mahasiswa untuk ke luar negeri. Nah, di tahun di fakultas ada 3 programnya,” kata Mutia Husna dalam sosialisasi dan sharing section alumni melalui zoom meeting pada Sabtu (3/2/2024).
Pertama adalah KKN Internasional, kedua IISMA. IISMA sendiri adalah program pusat dari Kementrian, seleksi untuk mahasiswa yang hendak punya kesempatan satu semester untuk bisa belajar di luar negeri. Kemudian program ketiga itu adalah outbond mobility, tapi sifatnya masih ditur oleh fakultas.
“Jadi kalau KKN internasional dan outbond mobility itu program lokal dari fakultas. Kalau IISMA itu program pusat,” ungkapnya.
Sosialisasi ini ditujukan bagi mahasiswa yang memiliki minat belajar di luar negeri. Baik mahasiswa yang akan mendaftar tahun ini atau mahasiswa yang masih di semester awal diperkenankan ikut sosialisasi. Tujuannya, agar mahasiswa dapat mempersiapkan persyaratan dari program internasional tersebut.
Sharing section juga dilakukan sebagai review dan berbagi pengalaman selama melakukan proses pendaftaraan hingga belajar di universitas yang dituju. Selain itu, bisa membantu mahasiswa yang akan mendaftar untuk merancang strategi lolos program internasional.
“Kemarin sebenarnya kita menciptakan forum untuk membantu calon pendaftar IISMA untuk membantu mereka, agar punya mindset yang benar dan untuk membantu mereka merancang strategi agar pilihan jurusannya itu sesuai dengan modal yang mereka punya. Misalnya skor Bahasa Inggris, lalu pilihan dan chance (peluang) pendaftar di universitas tujuan berdasarkan data tahun sebelumnya dan lain sebagainya,” tuturnya.
Sehingga, persiapan bukan hanya berdasar pada persyaratan yang diajukan program internasional. Namun, bisa melalui pengalaman dari alumni awardee yang telah berhasil lolos.
UM sangat mendukung program internasional bagi mahasiswa. Agar mahasiswa berkesempatan menimba ilmu dan mengikuti perkuliahan di tingkat global. Sehingga, pengalaman dan networking akan terbangun secara tidak langsung. Selain itu, Mutia juga menambahkan bahwa pilihan program studi yang dipilih di universitas pilihan juga dapat konversikan ke mata kuliah di fakultas psikologi.
“Pilihan program studi dan universitas tujuan itu bisa dikonversi dengan mata kuliah yang ada di fakultas psikologi,” imbuhnya.
Reporter: Sinta Ayudiya
Editor : Darmadi Sasongko








