• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
ilustrasi corona ventilator

Ilustrasi virus corona dan Covid-19 (Foto: Pixabay)

Studi Genom Ungkap Virus Corona Pernah Mewabah di Asia Timur 20 Ribu Tahun Lalu

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News, Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Berdasar sebuah studi genom terbaru yang diterbitkan Current Biology, ditemukan bukti genetik yang menunjukkan jika manusia purba di Asia Timur pernah terpapar virus corona sekitar 20.000 tahun yang lalu.

Penelitian ini sendiri ditulis oleh ilmuwan dari beberapa lembaga, termasuk Departemen Ekologi Universitas Arizona, dan Pusat Biologi Evolusi Australia untuk DNA Kuno.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Business Insider melaporkan bahwa para peneliti menemukan penanda unik dalam genom orang-orang dari China, Jepang, dan Vietnam. Genom ini menunjukkan nenek moyang mereka beradaptasi untuk melawan ancaman virus.

Penanda ini tidak ditemukan di benua lain, atau bahkan di negara tetangga Asia Selatan. Penanda tersebut juga berbeda dari penanda yang terkait dengan penyakit lain di wilayah tersebut.

Temuan ini menunjukkan populasi ini terpapar epidemi virus corona atau virus yang sangat mirip. Diperkirakan bahwa keluarga virus muncul sekitar 23.000 hingga 25.000 tahun yang lalu.

Malnsir dari Science Daily, Profesor Alexandrov berkata, “Genom manusia modern berisi informasi evolusioner yang menelusuri kembali puluhan ribu tahun, seperti mempelajari cincin pohon memberi kita wawasan tentang kondisi yang dialaminya saat tumbuh.”

Dalam studi tersebut, para peneliti menggunakan data dari 1000 Genomes Project. Projek ini merupakan katalog publik terbesar dari variasi genetik manusia umum. Peneliti menggunakan 1000 Genomes Project untuk melihat perubahan dalam gen manusia yang mengkode protein yang berinteraksi dengan SARS-CoV-2.

Profesor Alexandrov menjelaskan, “Dengan mengembangkan wawasan yang lebih luas tentang musuh virus purba, kami memperoleh pemahaman tentang bagaimana genom dari populasi manusia yang berbeda beradaptasi dengan virus yang baru-baru ini diakui sebagai pendorong signifikan evolusi manusia.

“Cabang penting lain dari penelitian ini adalah kemampuan untuk mengidentifikasi virus yang telah menyebabkan epidemi di masa lalu dan mungkin melakukannya di masa depan.

“Ini memungkinkan kami untuk menyusun daftar virus yang berpotensi berbahaya dan kemudian mengembangkan diagnostik, vaksin, dan obat-obatan jika mereka kembali.”

Tags: Asiacovid-19pandemivirusvirus corona
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Wali Kota Malang Sutiaji berdialog dengan massa aksi dari SBMI Malang usai dikirimi keranda mayat di depan Balai Kota Malang, Selasa (29/6/2021). (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Jatim)

Dihadiahi Keranda Mayat, Sutiaji Janji Usut Kasus Perlindungan TKW di BLK-LN PT CKS

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID