TUBAN, Tugujatim.id – Sejumlah petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terpaksa panen jagung lebih dini dari jadwal. Keputusan ini diambil karena kondisi cuaca yang tidak kunjung membaik.
Hujan yang biasanya diharapkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman jagung tidak turun, membuat para petani ketar-ketir akan potensi kerugian yang lebih besar jika tanaman terus dibiarkan di ladang.
Curah hujan di wilayah Kabupaten Tuban memang mengalami penurunan drastis dalam beberapa bulan terakhir. Para petani pun merasa cemas karena panen jagung yang seharusnya dalam kondisi optimal terpaksa harus diambil duluan dengan kualitas yang mungkin tidak sebaik yang diharapkan.
“Saat ini kami terpaksa memanen jagung lebih awal karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Tanaman jagung membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dengan baik, namun hujan yang kami harapkan tidak kunjung datang,” ujar Nuryati, 55, salah satu petani di Desa Penambangan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Nuryati menambahkan, tidak hanya itu, hasil panen pun tidak maksimal. Dari lahan yang digarapnya sekitar setengah hektare, hanya mendapatkan 6 kuintal. Padahal, panen sebelumnya bisa menghasilkan 2 ton jagung.

“Merosot jauh, biasanya dapat dua ton, Mas. Ini mungkin sekitar 6 kuintal saja. Harganya pun tergolong murah di kisaran Rp4.200/kg. Padahal, sebelum pemilu kemarin bisa Rp9 ribu/kg,” katanya.
Ditambah pula biaya operasional selama menanam hingga memasuki masa penen tergolong besar. Itu pun tidak sebanding hasil panen yang sangat kecil. Dia berharap pemerintah bisa turun tangan mengatasi harga jagung dan pupuk yang dirasa sangat memberatkan bagi para petani.
Baca Juga: Spesifikasi Acer Aspire 2920, Laptop Portabel dan Imut: Performa Andal dengan Layar Tajam dan Jernih
Kondisi ini memprihatinkan mengingat jagung merupakan salah satu komoditas penting bagi petani di Tuban. Penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen jagung dapat berdampak signifikan terhadap pendapatan para petani.
“Kalau di lahan lumayan masih bisa panen, walaupun hasilnya belum maksimal. Kondisi ini masih mendingan dibandingkan dengan petani para penggarap lahan persilan atau petani pesanggem (penggarap lahan Perhutani, red) mungkin gagal panen,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati