JEMBER, Tugujatim.id – Puluhan mahasiswa asing dari berbagai benua termasuk Asia dan Afrika mengikuti Summer Camp yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember.
Para mahasiswa dibagi ke beberapa fakultas untuk mengikuti serangkaian kegiatan. Salah satunya dari negara Yaman dan Chad, Basheer Anwar Ibrahim Rajeh dan Mahmoud Abraham Hassan, yang mengikuti pelatihan membuat ekoenzim di Fakultas Pertanian, Unmuh Jember, Rabu (29/05/2024).
Panitia Penyelenggara Summer Camp Handa Aprisko menjelaskan, sebanyak 39 mahasiswa asing tersebut selain mendapatkan edukasi, juga dikenalkan dengan budaya serta potensi yang di Kabupaten Jember.
Seperti kunjungan ke beberapa tempat bersejarah, yaitu Museum Tembakau dan Museum Huruf.
Baca Juga: 6 Ide Potongan Rambut Wajah Diamond Pria Terbaru 2024, Look Haircut Kamu Makin Maskulin dan Cakep
“Mengenalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Jember, termasuk wisata di Pantai Papuma,” ujar Aprisko.
Dia juga menjelaskan, dari ke 39 mahasiswa yang dibagi ke beberapa fakultas tersebut dimaksud agar setiap mahasiswa asing mendapatkan edukasi sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Kepada Tugujatim.id, Basheer Anwar Ibrahim Rajeh mengaku antusias ketika melihat drone yang difungsikan untuk membantu sektor pertanian. Mahasiswa Teknik Kimia itu menjelaskan, selain mendapatkan ilmu baru, dia juga mendapat perlakuan yang ramah dan menyenangkan dari warga Jember.
Selain itu, Basheer juga menjelaskan, dalam pelatihan membuat ekoenzim merupakan kali pertama untuknya belajar membuat produk yang bermanfaat dari pengelolaan bahan baku sampah organik.
Sementara itu, pelatihan membuat ekoenzim, kedua mahasiswa tersebut didampingi langsung oleh dosen Teknologi Industri Pertanian Unmuh Jember Muchammad Imam Asrori yang menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan upaya memproduksi produk enzim yang berguna untuk berbagai keperluan.
Dia juga menjelaskan, dalam pembuatannya diperlukan campuran gula merah sebagai energi bagi mikroorganisme dalam membantu proses fermentasi pada sampah organik.
Nantinya, hasil produksi ekoenzim tersebut dapat digunakan setelah proses fermentasi selama 90 hari atau tiga bulan yang dapat digunakan sebagai sabun cuci tangan, pembersih lantai, hingga deterjen baju.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: : Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








