• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Madura

Ilustrasi masyarakat Madura yang hendak menyebrang pulau melewati Jembatann Suromadu (Foto: Lontar Madura)

Mengenal Tradisi Toron Pulang Kampung Ala Masyarakat Madura Jelang Iduladha

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Jika umumnya masyarakat akan pulang kampung sebelum Idulfitri, maka berkebalikan dari tradisi Toron, dimana masyarakat Madura perantau akan ramai-ramai pulang ke kampung halaman menjelang Iduladha. Berikut sejarahnya.

Momen tradisi setahun sekali ini bisa dilihat melalui keramaian penyebrangan antara Surabaya dan Madura. Biasanya, masyarakat Madura ramai-ramai melintasi Jembatan Suromadu. Tetapi, tak sedikit juga dari mereka yang memilih menyebrang pulau menggunakan transportasi laut.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Sejarah Toron dari masyarakat Madura ini akan dikupas oleh Dosen Ilmu Sejarah, Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNAIR Surabaya, Moordiati.

Menurutnya, Toron memiliki dua makna. Pertama berarti turun dan kedua bermakna kembali ke kampung halaman. Maksudnya, masyarakat Madura yang merantau ke daerah lain akan kembali ke kampung aslinya di Pulau Madura.

“Toron memiliki dua arti, yang pertama yaitu turun, orang Madura yang bermigrasi pulang ke kampung halamannya. Kedua adalah Toron Tana, yaitu orang Madura pulang ke kampung halaman untuk menyambangi keluarga dan kerabatnya,”

Ketika ke kampung halaman, tidak hanya melepas rindu dengan keluarga dan sanak saudara, masyarakat Madura perantau juga akan berziarah ke makam keluarganya yang sudah meninggal dunia.

Moordiati menerangkan, tradisi ini sudah dilakukan sejak lama oleh masyarakat Madura. Tetapi, tidak ada sumber spesifik yang menjelaskan terkait kapan dan asal muasalnya.

“Tidak ada catatan khusus dari peninggalan kolonial tentang kapan awal mulanya tradisi ini ada. Namun, berdasarkan orang Madura yang bermigrasi ke luar daerah, sebenarnya sudah mereka mulai sejak jauh sebelum abad ke-19,” ucapnya.

Meski begitu, tradisi Toron bagi masyarakat Madura memiliki makna yang cukup mendalam dan filosofis. Nggal heran, kalau tradisi ini akan tetap dilestarikan untuk merekatkan hubungan kekeluargaan dan tanah kelahiran.

“Toron menjadi seperti obat rasa rindu dan semangat pembangun motivasi bagi masyarakat perantau dari Madura. Hal ini juga menjadi momen yang hangat dan meningkatkan rasa persaudaraan dan cinta tanah kelahiran bagi masyarakat Madura,” terangnya.

Akademisi yang fokus pada sejarah urban atau perkotaan ini juga menyoroti dampak sosial dan ekonomi dari tradisi Toron. Faktor inilah yang membuat tradisi ini lestari hingga kini.

“Kebanyakan perantau sukses, ketika pulang membuat masyarakat Madura lainya termotivasi, sehingga terjadi diaspora dan tradisi Toron terus lestari,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Izzatun Najibah

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Hari Raya Iduladha 2024Iduladha 1445Iduladha 2024MaduraTradisi Madura
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Askab

Pasar Murah di Tuban Diserbu Warga, Bumbu Dapur Paling Diburu

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID