• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Puji Susanto, pengusaha UMKM keripik tempe dan kerupuk di Kabupaten Malang, yang mengalami penurunan omzet drastis akibat PPKM Darurat, Selasa (20/07/2021).(Foto: Rizal Adhi/Tugu Jatim)

Puji Susanto, pengusaha UMKM keripik tempe dan kerupuk di Kabupaten Malang, yang mengalami penurunan omzet drastis akibat PPKM Darurat, Selasa (20/07/2021).(Foto: Rizal Adhi/Tugu Jatim)

PPKM Darurat, Pengusaha UMKM Kerupuk di Malang Tetap Bertahan meski Omzet Turun Drastis

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – PPKM Darurat memang memberikan dampak yang signifikan terhadap dunia usaha, tak terkecuali untuk UMKM di Kabupaten Malang. Salah satunya yang dialami oleh pengusaha keripik tempe dan kerupuk bernama Puji Susanto. Dia mengalami penurunan omzet yang drastis akibat adanya pandemi Covid-19, apalagi dengan dijalankannya kebijakan PPKM Darurat.

Puji menceritakan, sebelum adanya Covid-19 dan PPKM Darurat, omzet bersihnya bisa mencapai Rp 4,5 juta per bulan.

You might also like

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

“Kalau sebelum adanya Covid-19 hingga PPKM, omzet saya bisa mencapai Rp 4,5 juta, itu pendapatan bersih saya,” tuturnya saat dikonfirmasi Selasa (20/07/2021).

Puji mengakui, PPKM Darurat ini adalah pukulan telak baginya karena semua pergerakan usaha dibatasi.

“Omzet saya ini turun paling drastis karena PPKM Darurat karena pembatasan waktu. Karena jualan malam tidak boleh,” ungkapnya.

Hal inilah yang membuat para tengkulak jadi pikir-pikir kembali untuk mengambil keripik tempe dan kerupuk di tempatnya.

“Kendalanya sekarang tengkulak jadi jarang ngambil keripik tempe dan kerupuk, mau gimana lagi, warung (saat malam) disuruh tutup,” bebernya.

Kepada tugumalang.id, partner tugujatim.id, Puji membeberkan jika saat ini omzetnya maksimal hanya bisa menyentuh angka Rp 2 juta per bulan.

“Omzet Rp 2 juta ini saya harus keliling Kepanjen dan Sumberpucung mendatangi pelanggan secara langsung. Saya sendiri mampunya ya hanya keliling 2 kecamatan itu saja,” paparnya.

Puji sendiri meski sangat terbatasi, tapi dia tetap bersyukur dan akan mendukung apa pun peraturan pemerintah.

“Karena memang kondisi pandemi Covid-19 ini mau bagaimana lagi, kita harus patuh agar pandemi segera berakhir,” tegasnya.

Terakhir, dia berharap agar PPKM Darurat tidak diperpanjang lagi, cukup sampai akhir Juli 2021 saja.

“Kalau saya harapannya PPKM Darurat ini jangan diperpanjang lagi, saya pikir masyarakat cukup menaati protokol kesehatan. Semoga pandemi akan berakhir,” ujarnya.

Tags: Kabupaten MalangPelaku UMKMpengusahaPengusaha kerupuk dan keripik tempeUMKM
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Next Post
Ilustrasi pernikahan di Kota Malang. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)

PPKM Darurat Bikin 45 Pasangan di Kota Malang Gagal Menikah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID