TUBAN, Tugujatim.id – STAI Senori Tuban dan SMK Sunnatunnur Tuban bersinergi meningkatkan budaya literasi. Keduanya menunjukkan komitmennya dalam upaya membangun budaya literasi di kalangan para pendidik, mahasiswa dan masyarakat.
Kolaborasi antara kedua lembaga pendidikan menghadirkan kegiatan positif guna meningkatkan minat menulis terkait penelitian ilmiah di kalangan generasi muda.
STAI Senori Tuban, lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam yang progresif menjalin kerja sama dengan SMK Sunnatunnur, sekolah menengah kejuruan yang juga berkomitmen terhadap pengembangan literasi di lingkungan sekolah.
“Salah satu program unggulan dari sinergi ini adalah pelaksanaan Seminar Diseminasi Hasil Riset judul riset, Pendidikan Islam di Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta dalam Mengembangkan Religious Practice,” kata Ahmad Zainul Asyhar (Gus Zen), Kepala SMK Sunnatunnur yang menjadi narasumber seminar, Sabtu (20/7/2024).
Seminar dihadiri oleh berbagai lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas, serta berbagai organisasi masyarakat seperti Muslimat, Fatayat, IPNU/IPPNU, MWC NU Senori dan IKA PMII Senori.
Seminar bertujuan membangun budaya literasi akademik dan memperluas wawasan dalam memahami fenomena sosial, seperti religious practice dalam kehidupan waria di Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta.
Sementara itu, Dr. M. Yusuf Aminuddin, pimpinan STAI Senori Tuban menyatakan kolaborasi dengan SMK Sunnatunnur bukan hanya tentang membangun literasi akademik, tetapi juga mempererat networking antar lembaga pendidikan dan sebagai strategi branding untuk menumbuhkan budaya mutu akademik serta menciptakan lingkungan belajar yang transformatif.
“Kami bangga berkolaborasi dengan SMK Sunnatunnur untuk membangun literasi dan jaringan antar lembaga,” katanya.
Hasil dari seminar ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta dalam mengembangkan religious practice dilakukan melalui metode pembelajaran bimbingan konseling no-directive.
Metode ini mencakup pembelajaran Al-Quran dan Hadist, ritual ibadah (sholat, puasa, dan doa-doa), kajian keagamaan, pembinaan akhlak, konseling sosial keagamaan, dan kegiatan sosial keagamaan.
Kedua lembaga pendidikan ini berharap sinergi mereka akan terus berlanjut dan dapat menginspirasi lembaga pendidikan lainnya untuk turut serta dalam membangun budaya literasi yang kokoh di masyarakat.
Dengan upaya bersama, mereka yakin generasi muda Tuban akan semakin siap menghadapi tantangan global dengan keberdayaan literasi yang mereka miliki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








