• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Cagar Budaya

Salah satu obyek yang ditetapkan jadi cagar budaya di Mojokerto (Disbudporapar)

Pemkab Mojokerto Tetapkan 19 Obyek Cagar Budaya Termasuk Miniatur Samudramanthana Hasil Temuan di Malang

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pemkab Mojokerto menetapkan sejumlah obyek menjadi cagar budaya melalui Keputusan Bupati Mojokerto tentang Status Cagar Budaya.

“Telah ditetapkan oleh Bupati Mojokerto tertanggal 2 Agustus 2024 lalu,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto Norman Handito, Senin (19/08/2024).

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

Norman melanjutkan, total 19 obyek ditetapkan menjadi cagar budaya melalui surat keputusan nomor 188.45/665/HK/416-012/2024. Obyek tersebut bermacam-macam, mulai dari arca, situs, hingga candi dan prasasti yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Mojokerto, termasuk pula obyek yang ditemukan dari luar Kabupaten Mojokerto.

Seperti, Miniatur Samudramanthana. Miniatur ini ditemukan di Ampel, Ampelgading, Kabupaten Malang. Miniatur Samudramanthana menggambarkan cerita mitos agama Hindu tentang pengadukan lautan susu pada gunung Mandara untuk mendapatkan tirtha amrta, air suci atau air keabadian. Konon dikisahkan bahwa dewa dan dewi dalam ajaran Hindu dianggap sebagai penguasa segala aspek kehidupan sehingga disucikan.

Meskipun dewa dan dewi menempati kedudukan tertinggi, namun dewa dan dewi menginginkan kehidupan yang kekal dan abadi. Hal tersebut juga diinginkan oleh para raksasa atau Daitya. Namun, untuk mendapatkan tirtha amṛta sangat sulit, dibutuhkan tenaga yang kuat dan besar. Sehingga para dewa mengajak para raksasa untuk bekerjasama dipimpin oleh Dewa Wisnu di puncak Mahameru.

Ritual tersebut diikuti oleh para dewa dan raksasa. Gunung Mandara adalah salah satu bagian dari Mahameru yang dipotong untuk dijadikan alat pengaduk lautan susu. Sebelum Gunung Mandara ditenggelamkan, Dewa Wisnu berubah wujud menjadi kura-kura Akupa untuk menopang gunung. Selain itu dewa Basuki menjelma menjadi naga yang melilit Gunung Mandara untuk dijadikan tali di mana kepalanya dipegang oleh para raksasa dan ekornya dipegang oleh para dewa. Para dewa dan raksasa menarik ular tersebut silih berganti sehingga Gunung Mandara berputar dan dapat mengaduk samudera.

Proses pengadukan berlangsung lama hingga akhirnya kendi ameṛta muncul dibawakan seorang dewi bernama Dhanwantari. Ketika Dhanwantari muncul, ternyata ia memberikan kendi ameṛta kepada para raksasa. Para raksasa merayakan kemenangan dengan berpesta. Atas hal tersebut, Dewa Wisnu menjelma menjadi sosok dewi yang cantik untuk menggoda para raksasa dan merebut kembali kendi ameṛta. Ketika para raksasa lengah dan tergoda, Dewa Wisnu berhasil membawa kendi amerta ke khayangan untuk diberikan kepada para dewa dan dewi.

“Beberapa obyek selain tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Mojokerto juga tersimpan di PIM (Pengelolaan Informasi Majapahit) di Trowulan serta di Halaman Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur. Harapan kami semoga peninggalan sejarah ini dapat terjaga,” imbuh Norman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: disbudporapar kabupaten mojokertoDisbudporapar MojokertoMalangMojokertoPemkab Mojokerto
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Net Zero Campus.

Perkuat Transformasi, UM Inisiasi Kerja Sama Net Zero Campus dengan Climateworks Centre Monash University

by Dwi Linda
30/05/2026 11:19 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi kerja sama dengan program Net Zero Campus dari Climateworks Centre, Monash University,...

Next Post
Tri Rismaharini

Soal Maju Cagub Jatim Mensos Tri Rismaharini: Itu Kewenangan Ketua Umum

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID