SURABAYA, Tugujatim.id – Kasus cacar monyet atau Mpox belakangan menjadi sorotan. Hingga saat ini, Surabaya terkonfirmasi nol kasus Mpox. Namun, Dinas Kesehatan Kota Surabaya tetap mempeketat pengawasan di bandara dan pelabuhan.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, dalam kurun waktu 2022-2024, Jawa Timur menyumbang tiga kasus Mpox. Sementara secara nasional hingga 17 Agustus 2024, tercatat 88 kasus.
Namun, Dinkes Surabaya memastikan jika saat ini belum ada kasus Mpox yang terkonfirmasi di Surabaya. Meski begitu, dinkes tetap mengawasi ketat, terutama di area bandara dan pelabuhan.
Baca Juga: Moh. Jindan Sarifullah, Maba Unej Peraih Nilai SNBT Tertinggi Kesebelas Se-Indonesia
“Kami juga bekerja sama dengan otoritas pelabuhan dan bandara, tujuannya untuk memperketat di pintu-pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara,” kata Kepala Dinkes Surabaya Moh. Ashadi.
Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan yang datang dari berbagai daerah. Selain itu, Dinkes Surabaya mengklaim telah menyosialisasikan terkait Mpox sejak 2023.
Kemudian, langkah lainnya untuk mencegah penularan kasus Mpox adalah menguatkan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan dan melakukan pelayanan rekam medis hingga peningkatan peralatan pendeteksi dini penyakit Mpox.
“Kami mengecek dan mengonfirmasi kasus bisa 1×24 jam. Kemudian kami akan tindak lanjuti supaya penangannya lebih cepat,” jelasnya.
Baca Juga: Kompak Sasar Lokasi Sepi! Pasutri asal Lamongan Gondol Sepeda Motor di Tuban
Ashadi menuturkan, sejak tahun lalu Dinkes Surabaya memantau kasus Mpox melalui aplikasi SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon) milik Kemenkes RI.
“Jadi kami memantau melalui aplikasi ini. Kami juga melakukan diseminasi informasi kepada masyarakat secara masif, baik melalui media massa ataupun media sosial. Tujuannya supaya tidak muncul hoaks dan kepanikan di masyarakat,” tuturnya.
Terpisah, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Husada Utama Ni Putu Susari Widianningsih menyebut jika masyarakat bisa terhindar dari Mpox dengan meningkatkan pola hidup sehat.
“Penularan Mpox bisa melalui cairan tubuh, luka, hubungan seksual, droplet, hingga melalui bekas luka Mpox. Karena penularannya ini bisa dari hewan, makanan daging yang dimasak dengan cara tidak baik, kemudian juga bisa memperhatikan kesehatan hewan peliharaan,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








