JAKARTA, Tugujatim.id – Ruber Innovation Lab bersama Indika Foundation sukses menggelar pelatihan Training of Trainer (ToT) yang bertemakan #1MYouthsStopBullying bersama siswa OSIS, MPK, dan guru dari SMA 34 Jakarta dan SMA 1 Citeureup. Acara untuk pencegahan bullying ini digelar di Ruber Innovation Lab, Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (31/08/2024).
Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dari perwakilan siswa OSIS, MPK, dan guru SMA 34 Jakarta dan SMA 1 Citeureup. Training of Trainers ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan menjadi fasilitator dalam program pencegahan bullying di sekolah masing-masing.
#1MYouthsStopBullying adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk mencegah tindakan perundungan atau bullying di kalangan generasi muda di Indonesia. Ruber Innovation Lab telah menciptakan sebuah permainan kartu bernama “Buddy Pekerti” dengan tujuan membekali siswa SMP-SMA dengan keterampilan sosial dan emosional yang penting. Melalui permainan ini, harapannya siswa dapat meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan pola pikir positif, serta menumbuhkan empati terhadap sesama.
Baca Juga: Serunya 84 Mahasiswa Asing Ramaikan International Culture Festival di Unesa Surabaya
Melalui permainan interaktif Buddy Pekerti, peserta diajak untuk memahami konsep bullying, membangun empati, pola pikir bertumbuh, dan percaya diri. Salah satu peserta, Eza, membagikan pengalamannya bahwa melalui permainan ini dia merasa lebih didukung dan diterima oleh teman-temannya.
“Saya merasa sangat terbantu dengan permainan ini. Saya baru sadar bahwa tidak pernah merasakan dukungan dari orang tua. Tapi, di sini saya menemukan teman-teman yang sangat mendukung,” ujar Eza.
Senada dengan Eza, Samuel juga merasakan manfaat dari permainan Buddy Pekerti. Dia merasa lebih lega dan bisa saling mengenal lebih dekat dengan teman-teman sesama peserta.
Selain itu, peserta juga diajak untuk merenungkan nilai-nilai penting seperti tanggung jawab, kebersamaan, dan kepekaan terhadap sesama.
Sementara itu, Laras, bendahara OSIS SMA 34 Jakarta, mengaku, melalui kartu aksi yang didapatkan, dia semakin menyadari pentingnya tanggung jawab dan tidak menyepelekan tugas-tugas yang diberikan.
“Saya jadi lebih bertanggung jawab dan tidak mau menunda-nunda pekerjaan,” ujar Laras.
Dengan menjalin kerja sama yang erat dengan sekolah dan komunitas, harapannya dapat tercipta perubahan yang signifikan dalam mengatasi masalah bullying di Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya akan mengurangi angka kejadian bullying, tetapi juga menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif dan kondusif bagi pertumbuhan siswa.
Baca Juga: Mudahkan Pengawasan, Gudang Bulog Bakal Dipakai Lagi untuk Logistik Pilkada Mojokerto 2024
Upaya pencegahan bullying memerlukan pendekatan yang komprehensif. Salah satunya adalah dengan melibatkan sekolah dan komunitas dalam sebuah gerakan bersama. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesadaran kolektif tentang bahaya bullying serta membekali siswa dengan keterampilan sosial dan emosional yang diperlukan untuk mencegah dan mengatasi perilaku perundungan. Setelah kegiatan ToT ini selesai, pihak sekolah akan melanjutkan movement yang sudah diajarkan oleh pihak Ruber Innovation Lab ke sekolahnya masing-masing.
“Acara #1MYouthsStopBullying yang digagas oleh Ruber Innovation Lab dan Indika Foundation bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Program ini melibatkan 10 sekolah terpilih, telah memulai tahap awal dengan pelatihan (ToT) bagi guru BK, wakil kesiswaan, pembina OSIS, serta perwakilan organisasi siswa dari SMAN 34 Jakarta dan SMAN 01 Citeureup. Melalui pelatihan ini, diharapkan terjalin sinergi antara guru dan siswa dalam upaya bersama mencegah dan mengatasi masalah bullying di lingkungan sekolah,” ujar Risky Sherly Putri selaku project leader dari program #1MYouthsStopBullying yang hadir membersamai peserta.
Pada akhir pelatihan, peserta diminta untuk merangkum pembelajaran mereka dalam bentuk pernyataan motivasi. Hasil rangkuman ini kemudian disimpan sebagai bentuk komitmen peserta untuk menyebarkan pesan positif tentang pencegahan bullying di sekolah masing-masing.
Pelatihan ToT permainan Buddy Pekerti ini tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan, namun juga menjadi katalisator bagi para peserta untuk mengalami transformasi diri. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang baru, para siswa OSIS dan guru kini siap menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing, menciptakan lingkungan belajar yang lebih harmonis dan bebas dari perundungan, sehingga setiap siswa dapat meraih potensi terbaiknya. Kolaborasi antara Indika Foundation, Ruber Innovation Lab, dan para peserta telah melahirkan sebuah gerakan yang kuat dalam memerangi bullying.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Rajasa Hartastro/Pondok Inspirasi
Editor: Dwi Lindawati








