• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Fakultas Psikologi UM.

Dekan Fakultas Psikologi UM Dr Tutut Chusniyah MPsi SPsi menjadi narasumber dalam kegiatan workshop pemberdayaan organisasi wanita di Balikpapan, Kaltim. (Foto: dok. Fakultas Psikologi UM)

Workshop Pemberdayaan bagi Organisasi Wanita, Dekan Fakultas Psikologi UM Tingkatkan Keterwakilan Perempuan di Balikpapan

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) menggelar workshop di Hotel Horison Ultima Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (01/10/2024). Dekan Fakultas Psikologi UM Dr Tutut Chusniyah SPsi MSi mengadakan workshop pemberdayaan bagi organisasi wanita melalui peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen.

Peserta Fakultas Psikologi UM diikuti oleh beberapa organisasi perempuan, perguruan tinggi, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan. Selain itu, juga ada anggota legislatif perempuan periode 2024-2029 Kota Balikpapan.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Dekan Fakultas Psikologi UM Dr Tutut Chusniyah SPsi MSi menyampaikan permasalahan yang dihadapi oleh perempuan di Indonesia dalam hal kesetaraan gender di dunia profesional. Menurut dia, permasalahan utama dalam kesetaraan gender di Indonesia adalah masyarakat masih sulit membedakan antara gender dan jenis kelamin.

Baca Juga: Bocoran! Spesifikasi Premium Nokia 7610 5G dengan Chipset Qualcomm Snapdragon 7 Gen 2: Tunggu Jadwal Rilisnya

“Perempuan yang sudah bekerja profesional masih menghadapi fenomena glass celling yaitu konsep yang merujuk pada hambatan-hambatan yang dihadapi perempuan ketika mencoba meraih posisi lebih tinggi dalam suatu perusahaan, kantor pemerintahan, pendidikan atau organisasi non profit,” tuturnya.

Alasan mengapa belum terwujudnya kesetaraan gender, dia mengatakan, karena pemahaman gender dan jenis kelamin bagi sebagian kalangan terdidik masih kabur. Rata-rata mereka masih sulit membedakan gender dan jenis kelamin bahkan tidak sedikit yang mengartikan sebagai masalah perempuan, kekaburan makna juga terjadi di legislatif, eksekutif, yudikatif, dan masyarakat.

Fakultas Psikologi UM di Balikpapan.
Dekan Fakultas Psikologi UM Dr Tutut Chusniyah MPsi SPsi foto bersama peserta kegiatan workshop pemberdayaan organisasi wanita di Balikpapan, Kaltim. (Foto: dok. Fakultas Psikologi UM)

Partisipasi perempuan sejatinya telah diatur dalam mendat konstitusi pembukaan Undang-Undang Dasar Negara (UUD) 1945, tepatnya pada Pasal 27 UUD 1945 Ayat 1 segala warga negara bersamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan di dengan tidak ada kecualinya.

Kemudian di Ayat 2, setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Juga sila kelima Pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Workshop Fakultas Psikologi UM ini mengupas permasalahan partisipasi politik perempuan. Di antaranya ada bentuk ketidakadilan diskriminasi terhadap perempuan yang berdampak pada partisipasi perempuan dalam bidang politik.

Baca Juga: Voting ala King Choice, Ini Dia 5 Artis Korea Terganteng: Ada Lee Min Hoo hingga V BTS!

Marginalisasi dalam politik menghasilkan peminggiran perempuan dalam proses politik dan pengambilan keputusan. Kekerasan terhadap perempuan menyebabkan perempuan tidak dapat mengekspresikan kepentingan politik secara mandiri. Subordinasi terhadap perempuan menempatkan perempuan pada posisi tidak strategis dalam posisi dan jabatan politik.

Kemudian stereotipe terhadap perempuan mengakibatkan perempuan dianggap tidak pantas menduduki jabatan politik. Juga beban ganda menjadikan perempuan terbebani oleh tanggung jawab domestik yang dianggap hanya menjadi tanggung jawab perempuan.

Menghadirkan Dr Tutut Chusniyah yang juga banyak melakukan kajian riset tentang kesetaraan gender. Kolaborasi antara Fakultas Psikologi UM dengan Pemerintah Kota Balikpapan bertujuan penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan membahas permasalahan kemunduran kebijakan afirmasi dalam bentuk kuota pencalonan 30 persen perempuan dalam PKPU Nomor 10 Tahun 2023 serta adanya afirmasi penempatan perempuan pada nomor urut 1 paling sedikit 30 persen daerah pemilihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniDekan Fakultas Psikologi UMFakultas Psikologi UMKesetaraan GenderKota Malang hari iniPemberdayaan perempuanUniversitas Negeri Malang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Inter vs Red Star.

Update Laga Inter vs Red Star: Il Nerazzurri Tampil Perkasa, Hancurkan Wakil Belgia di Liga Champions

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID