AMERIKA SERIKAT, Tugujatim.id – Saham McDonald’s Corporation (NYSE: MCD) diduga anjlok hampir 6% pada perdagangan premarket pada Kamis (24/10/2024), menyusul laporan wabah E. coli yang terkait dengan salah satu produknya, Quarter Pounder.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengonfirmasi bahwa wabah E. coli ini telah menyebabkan satu korban jiwa dan membuat 49 orang lainnya sakit di 10 negara bagian. Sebanyak 10 orang di antaranya harus dirawat di rumah sakit dengan kasus-kasus yang mulai bermunculan sejak September dan masih terus bertambah hingga Oktober 2024.
Jenis E. coli yang terlibat, O157, dikenal sebagai strain yang berbahaya dan menyebabkan penyakit serius. Strain ini juga dikaitkan dengan insiden fatal di Jack in the Box pada 1993 yang menewaskan empat anak. McDonald’s segera menghentikan penjualan Quarter Pounder di area terdampak dan menarik bawang bombay yang diduga menjadi sumber kontaminasi.
Baca Juga: Peralihan Musim, Prediksi BMKG soal Perubahan Cuaca Ekstrem di Indonesia hingga 28 Oktober 2024
Menurut juru bicara McDonald’s, penyelidikan internal mengindikasikan bahwa bawang bombay dari satu pemasok yang melayani tiga pusat distribusi mungkin menjadi penyebabnya. McDonald’s kini telah menghentikan penggunaan bawang bombay tersebut serta menyetop sementara penjualan Quarter Pounder di lokasi-lokasi yang terkena wabah.
Meski demikian, analis pasar tetap optimistis mengenai kemampuan McDonald’s untuk pulih. Andrew Strelzik, analis di BMO Capital Markets, mengatakan, dampak terhadap penjualan kuartal keempat mungkin tidak bertahan lama asalkan tidak ada insiden baru yang muncul.
“Secara historis, tekanan penjualan akibat wabah serupa biasanya cepat mereda,” tambahnya.
McDonald’s yang baru-baru ini mencatat peningkatan penjualan setelah peluncuran paket makanan senilai $5, mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan masalah ini. Analis dari JP Morgan percaya bahwa wabah E. coli ini tidak akan berdampak luas pada operasi McDonald’s di AS maupun internasional.
Langkah Cepat untuk Kembalikan Kepercayaan Publik
Presiden McDonald’s AS Joe Erlinger tampil di acara Today NBC pada Rabu (23/10/2024) menegaskan komitmen perusahaan untuk memulihkan kepercayaan publik.
“Prioritas utama kami adalah memastikan keamanan konsumen, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak,” ujarnya.
Dia menekankan langkah cepat yang diambil McDonald’s, termasuk menarik Quarter Pounder dari menunya di beberapa negara bagian di wilayah barat dan Midwest.
Wabah ini memengaruhi 10 negara bagian, mulai dari Colorado, Kansas, Utah, Wyoming, dan sebagian Idaho, Iowa, Missouri, Montana, Nebraska, Nevada, New Mexico, dan Oklahoma termasuk yang paling terdampak. CDC melaporkan bahwa wabah ini telah menyebabkan komplikasi serius pada beberapa pasien, termasuk sindrom uremik hemolitik pada seorang anak.
Dampak pada Saham dan Banding dengan Kasus Sebelumnya
Penurunan saham McDonald’s mencapai 4,8% pada sore hari dengan harga saham ditutup di angka $299,51. Sebelumnya, saham sempat mencapai titik terendah di $290,88.
Menurut Susannah Streeter, kepala keuangan dan pasar di Hargreaves Lansdown, wabah ini menjadi pukulan tambahan bagi McDonald’s yang sedang berjuang meningkatkan pertumbuhan.
Baca Juga: Kasus Mahasiswi Tewas Bersama Janin di Jember, Suami Siri Jadi Tersangka
Streeter juga membandingkan situasi ini dengan dua kasus besar E. coli sebelumnya yang menimpa jaringan restoran cepat saji lainnya, Chipotle pada 2015 dan Jack in the Box pada 1993. Penjualan Chipotle turun drastis dan baru stabil setelah satu setengah tahun, sementara Jack in the Box mengalami penurunan penjualan selama empat kuartal berturut-turut.
Namun, analis JP Morgan optimistis bahwa langkah cepat McDonald’s dalam mengatasi masalah ini akan membatasi dampak yang lebih luas. Dengan sorotan tajam dari publik, langkah McDonald’s dalam memastikan keamanan makanan mereka serta pemulihan pasokan diperkirakan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan operasi mereka di AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Muhammad Abdul Majid/Magang
Editor: Dwi Lindawati








