• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Cuaca ekstrem.

Ilustrasi hujan deras di Indonesia. (Foto: PetaPixel)

Peralihan Musim, Prediksi BMKG soal Perubahan Cuaca Ekstrem di Indonesia hingga 28 Oktober 2024

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengumumkan prediksi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia dalam periode satu pekan yaitu mulai 22-28 Oktober 2024. Melalui akun resminya, BMKG memprediksi perubahan cuaca ekstrem akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia yang disebabkan oleh peralihan musim.

“Dalam sepekan ke depan, cuaca di berbagai wilayah Indonesia diperkirakan akan tetap dipengaruhi oleh pola peralihan musim,” mengutip dari akun @infobmkg pada Kamis (24/10/2024).

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Baca Juga: Kasus Mahasiswi Tewas Bersama Janin di Jember, Suami Siri Jadi Tersangka

Dapat dilihat akhir-akhir ini cuaca di beberapa wilayah Indonesia memiliki suhu yang tinggi pada siang hari, namun berpotensi hujan pada sore hingga malam hari. Namun, potensi hujan di Indonesia bersifat tidak merata dengan intensitas sedang hingga lebat dan juga memiliki potensi kilat dan angin kencang.

”Hujan yang terjadi umumnya bersifat tidak merata dengan intensitas sedang hingga lebat, serta berpotensi disertai kilat dan angin kencang,” mengutip melalui akun @infobmkg pada Kamis (23/10/2024).

Penyebab Perubahan Cuaca

BMKG menjelaskan, salah satu penyebab terjadinya perubahan cuaca yang terjadi adalah dikarenakan adanya ketidakstabilan atmosfer selama periode ini yang dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya awan konvektif, khususnya di wilayah Selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Beberapa wilayah di Indonesia bagian utara seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara juga memiliki potensi peningkatan kecepatan angin yang bisa mencapai lebih dari 25 knot (46 km/jam). Hal ini diakibatkan karena adanya bibit dari siklon tropis 96W di Laut Filipina.

Sementara itu, wilayah Indonesia pada bagian selatan juga diprediksi akan terjadi angin kencang hingga 20 knot (36 km/jam). Penyebabnya adanya awan-awan Cumulonimbus lokal.

BMKG telah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia karena perubahan dapat terjadi secara mendadak, terutama pada sore hingga malam hari.

”Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara mendadak, terutama pada sore hingga menjelang malam hari,” imbauan BMKG yang dikutip melalui akun @infobmkg.

Dilihat dari kondisi dinamika atmosfer, BMKG mengungkapkan bahwa tiga hari terakhir curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia masih relatif tinggi. Telah tercatat, hujan dengan intensitas sangat lebat (100-50 mm/hari) terjadi pada 18 Oktober di Sulawesi Utara.

Cuaca ekstrem BMKG.
Kondisi dinamika atmosfer. (Foto: IG infobmkg)

BMKG juga menjelaskan terkait Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 5 (Maritime Continent) yang berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Adanya aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial diperkirakan akan aktif di Laut Natuna, Laut Natuna Utara, Laut Sulu, Kalimantan Utara, Laut Sulawesi, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

Gelombang atmosfer Kelvin juga diprediksi aktif di sebagian wilayah Laut Andaman dan Samudera Hindia sebelah selatan Pulau Jawa hingga NTT. Aktivitas atmosfer ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan pada wilayah tersebut.

Bibit siklon tropis 96W juga masih terpantau di Laut Filipina dan bibit siklon tropis 98B di Teluk Benggala. Kedua bibit tersebut dapat membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di wilayah Laut Andaman, Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi, Samudra Pasifik yang berada di utara Papua Barat, Papua Barat. Dan juga adanya peningkatan kecepatan angin yang dapat mencapai hingga lebih dari 25 knot terpantau di Laut Andaman, Laut Sulawesi, Laut Filipina, dan Samudra Pasifik yang berada pada sebelah utara Maluku Utara.

Cuaca ekstrem di Indonesia.
Prediksi bibit siklon tropis. (Foto: IG infobmkg)

Prospek Cuaca Sepekan ke Depan

BMKG memberikan analisis terkini mengenai potensi hujan yang diperkirakan akan terjadi pada sore hari hingga menjelang malam, terutama pada wilayah Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Namun, hujan diperkirakan cenderung lokal dan berlangsung secara singkat dan diperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari hingga Februari 2025.

”Awal musim hujan di wilayah tersebut bervariasi namun secara umum awal musim hujan diprediksi akan terjadi pada akhir dasaran III Oktober hingga awal November mendatang dengan puncak musim hujan terjadi pada Januari–Februari 2025,” penjelasan dari BMKG yang mengutip dari akun @infobmkg.

Sedangkan, untuk wilayah Indonesia lainnya masih berpotensi akan terjadinya hujan sedang hingga lebat pada pekan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Abidhah Jinan Salma Octavia/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Cuaca ekstrem di IndonesiaCuaca Oktober 2024Peralihan musim di IndonesiaPerubahan cuaca di IndonesiaPrediksi BMKG
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Saham McDonald's.

Wabah E. Coli Hantam Saham McDonald's, Diduga Turun Hampir 6%

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID